Jam 4.59 pagi dan aku masih berbaring. Aku sudah membuka mata hampir sejam lalu dan sudah sulit kembali pulas lagi.
Jadilah pikiran ku melayang kesana-kesini. Mencoba mengingat-ingat beberapa hal yang pernah terjadi dalam hidup ku. Ah..ternyata hidup ku warna-warni. Namun aku jadi senewen sendiri saat memikirkan betapa berjasanya orang-orang yang mengasihi ku, hmmppf...rasanya berat juga mengemban rasa "Hutang Budi" atas kebaikan-kebaikan mereka. Kapan aku sempat membalas seluruh kebaikan hati mereka? Apakah nanti balas jasa ku akan sesempurna kebaikan budinya dahulu? Entahlah.
Lalu aku juga memikirkan orang-orang yang pernah menyakiti ku (entah mereka sadar atau tidak!!!).Aku Geram. Geram setengah mati dengan bangkitnya kembali rasa marah, jengkel, kecewa dan sedih. Astaga...kemana mereka-mereka sekarang? Rasanya ingin ku balas perbuatan mereka dua kali lipat pedihnya....eehh..tiga kali lipat saja. Ups jangan..kalo perlu sesakit-sakitnya yang bisa ku lakukan terhadap mereka demi melampiaskan dendam ku. Sudah berapa lama dendam itu mengendap di dasar hati ku?Mungkin baru beberapa hari atau sudah beberapa tahun. Entahlah.
Pikiran ku balik bertahun-tahun ke belakang saat seorang teman memberikan aku DVD Film "Pay It Forward". Kisahnya sangat menyentuh dan membuka kesadaran ku soal "Balas Budi". Film yang membuka mata ku bahwa Kasih dimiliki setiap hati dan dengan semangat Kasih membuat seseorang menjadi rendah hati untuk menjadikan dirinya saluran berkat ke siapapun. Mungkin seseorang itu pernah kecewa dan kehilangan, tapi tidak mematikan rasa ingin berbagi dengan orang-orang lain. Yah..ke siapapun, orang-orang yang kita kenal dan yang tidak. Ada satu kutipan kalimat yang sangat bermakna buat ku, ku temukan di cover DVD film tersebut : When someone does you a big favor, dont pay it back. Pay it Forward. Film awal 2000 yang dimainkan dengan apik oleh Kevin Spacey, Helen Hunt dan Haley Joel Osment layak dijadikan tontonan, apalagi saat kita dikuasai ego, dikuasai rasa sombong, dikuasai perasaan bersalah dengan beban "balas budi" dan saat dikuasai rasa sedang tidak murah hati.
Bagaimana dengan rasa marah ku buat para "musuh"? MUSUH? iya...semua orang yang pernah menyakiti ku, lebih tepat aku kategorikan sebagai "musuh". Singkat. Tepat. Namun lagi-lagi aku mendapatkan pencerahan. kali ini bukan hasil menonton, tapi hasil dari membaca. Bacaan dalam Injil Pertama Kitab Perjanjian Baru tepatnya dalam kutipan Mat 5 : 38-48, tertulis : "....Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu...." ahhhh...lagi-lagi aku diingatkan untuk mengalahkan ego, kesombongan dan dendam.
Hari masih pagi. Rumah masih sepi. Jam sudah menunjukan 07.07 (BTW TUJUH adalah angka favorite ku). Aku hanya ingin memulai hari ini dengan doa singkat saja, "Berikan kami Damai Mu Ya ALLAH...Agar aku senantiasa mampu berdamai dengan sesama ku dan dapat memberikan damai untuk sesama ku. Karena ENGKAU lah Raja Damai, yang berkuasa dulu, kini dan hingga akhir jaman. Amin."
Salam Damai saudara ku. GBU.
Monday, September 28, 2009
Friday, August 28, 2009
Manusia Akhir Jaman
Aku..hanya seorang manusia akhir jaman. Seorang manusia yg telah beberapa dekade menghabiskan usianya di planet bumi. Seorang wanita yang tertatih membaca dan menekuni Buku Suci. Aku sedang berada di periode penantian...menanti saat NYA tiba bersama dengan semua mahluk seantero muka bumi.
Merenungi kehidupan yang seperti dua sisi mata uang, aku lebih siap menerima kesenangan dibanding kesusahan. Saat dalam kesusahan, tak jarang aku berubah menjadi filsuf yang memandang segala hal serba bijak padahal di dalam hati rasanya ingin berontak dari ketekunan kepada NYA, rasanya ingin bertindak yang sepertinya menurut ku baik. Ahhh..ternyata sulit juga menjadi manusia akhir jaman.
Ada sebuah kalimat : engkau bisa membohongi seseorang sekali tapi engkau tidak mungkin mampu berbohong berkali-kali, apalagi kepada semua orang. DIA yang Maha Tahu tahu tentang aku, tahu segalanya. IA tahu aku tekun, IA tahu aku lalai. IA tahu aku baik, IA tahu aku tidak baik. IA tahu aku berbuat ini, IA tahu aku berbuat itu. Sekuat-kuatnya aku berlari menjauh..jauuhh dan jauhhh skali, tak mungkin aku bisa bersembunyi dari lirikan mata NYA dan tak bisa aku membohongi telinga NYA. Aku...si manusia akhir jaman hanya diajarkan setia sampai mati kepada NYA, hanya diminta bertekun kepada NYA dalam suka dan duka....aaahh apakah aku bisa?
Manusia akhir jaman sedang menunggu masa NYA tiba, entah kapan pastinya. Ada tertulis...."waktunya sudah dekat", tidak dapat di tebak melalui bola kristal, tak bisa diduga dari kartu-kartu yang disebar di atas meja. Kata NYA, "waktu KU bukan waktu mu, waktu mu bukan waktu KU." Terjadilah sgalanya menurut kehendak NYA, sebab DIA adil..sebab dia SETIA..sebab DIA baik.
Aku kaya, kaya harta duniawi dan aku sangat tahu bagaimana memperkaya diriku sampai tujuh turunan. Aku tidak pernah kekurangan apa-apa, aku terbahak melihat kemelaratan..aku tersenyum penuh kemenangan memandang air mata dan aku menjerit kesetanan karena bahagia saat yang lain menjerit kesakitan. Aku buta, aku tuli dan aku lupa diri..si manusia akhir jaman menjadi lupa sgalanya..hanya ada aku..aku...aku dan aku.
Kapan waktu ku berbenah? sekarang atau nanti? si manusia akhir jaman tertatih dan hilang arah, ia sakit hati dan terluka, ia marah dan kecewa, ia membalas sakit dengan sakit, ia membalas pahit dengan pahit, ia tak punya damai, ia tidak memiliki kasih.
Aku, si manusia akhir jaman butuh pertolongan.
Merenungi kehidupan yang seperti dua sisi mata uang, aku lebih siap menerima kesenangan dibanding kesusahan. Saat dalam kesusahan, tak jarang aku berubah menjadi filsuf yang memandang segala hal serba bijak padahal di dalam hati rasanya ingin berontak dari ketekunan kepada NYA, rasanya ingin bertindak yang sepertinya menurut ku baik. Ahhh..ternyata sulit juga menjadi manusia akhir jaman.
Ada sebuah kalimat : engkau bisa membohongi seseorang sekali tapi engkau tidak mungkin mampu berbohong berkali-kali, apalagi kepada semua orang. DIA yang Maha Tahu tahu tentang aku, tahu segalanya. IA tahu aku tekun, IA tahu aku lalai. IA tahu aku baik, IA tahu aku tidak baik. IA tahu aku berbuat ini, IA tahu aku berbuat itu. Sekuat-kuatnya aku berlari menjauh..jauuhh dan jauhhh skali, tak mungkin aku bisa bersembunyi dari lirikan mata NYA dan tak bisa aku membohongi telinga NYA. Aku...si manusia akhir jaman hanya diajarkan setia sampai mati kepada NYA, hanya diminta bertekun kepada NYA dalam suka dan duka....aaahh apakah aku bisa?
Manusia akhir jaman sedang menunggu masa NYA tiba, entah kapan pastinya. Ada tertulis...."waktunya sudah dekat", tidak dapat di tebak melalui bola kristal, tak bisa diduga dari kartu-kartu yang disebar di atas meja. Kata NYA, "waktu KU bukan waktu mu, waktu mu bukan waktu KU." Terjadilah sgalanya menurut kehendak NYA, sebab DIA adil..sebab dia SETIA..sebab DIA baik.
Aku kaya, kaya harta duniawi dan aku sangat tahu bagaimana memperkaya diriku sampai tujuh turunan. Aku tidak pernah kekurangan apa-apa, aku terbahak melihat kemelaratan..aku tersenyum penuh kemenangan memandang air mata dan aku menjerit kesetanan karena bahagia saat yang lain menjerit kesakitan. Aku buta, aku tuli dan aku lupa diri..si manusia akhir jaman menjadi lupa sgalanya..hanya ada aku..aku...aku dan aku.
Kapan waktu ku berbenah? sekarang atau nanti? si manusia akhir jaman tertatih dan hilang arah, ia sakit hati dan terluka, ia marah dan kecewa, ia membalas sakit dengan sakit, ia membalas pahit dengan pahit, ia tak punya damai, ia tidak memiliki kasih.
Aku, si manusia akhir jaman butuh pertolongan.
Monday, July 6, 2009
Dunia Lagi Demam
Jidat Panas
Badan menggigil
Kepala cenut-cenut
Mata berair
Smua gelaja ini dirasa saat kita sedang demam. Dunia juga sedang demam, tapi tanpa gejala sakit seperti di atas.
Gejalanya :
Ga bisa jauh dari gadget
Jauh dari laptop gatel-gatel
Blom punya BB, sampe mimpi buruk tiap malam
Bad Connection internet langsung semaput
yup..dunia sedang demam. demam fesbuk (baca: Facebook) hehehhe
Jaringan koneksi pertemanan abad ini yang paling oke, rasanya hampir smua orang yang ku kenal pasti punya account fesbuk. Haram hukumnya kalo sampe haree heneee belom tampil di FB. Cuma ati-ati aja, jaringan yang satu ini bikin addict. Pantas aja sempat ada isu mau keluar fatwa haram buat fesbuk. sbenernya fatwa nya buat apa siy? Klo menurut saya, agak-agak cocok kalo fatwa haram untuk konteks addict, karena smua yang nyandu kan ga sehat. karena fesbuk uda nyandu, rasa-rasanya mulai bisa dimasukkan jadi nominasi kebiasaan haram hahahah
Update Status
Buat para fesbuk-kers, rasanya kurang afdol klo dalam sehari ga update status. Blakangan namanya jadi what's on your mind kemudian di share. Uuuuhhhh gara-gara kolom ini membuat smua orang jadi kreatif. Kadang kocak, kadang serasa baca jadwal hidup orang lain, kadang kurang suka hihhii
Yang pasti orang jadi lebih ekstrovert walau sbenarnya dahulu adalah kaum introvert. Dari ga suka curhat, jadi kedemenen curcol alias curhat colongan. Dari yang suka berahasia jadi pingin seantero jagad tau aktivitasnya.
Paling seru kalo baca status lawakan, bisa membantu cengar cengir....
Paling males baca status yang menggantung, karena liatan banget kepengen ditanya heheh
Paling sebel klo statusnya lurus dot com, misal: klo uda males statusnya ngantuk mode ON (ya iya lhaaa ngantuk, secara uda malem..plis dweh)
Fesbuk ooohh fesbuk...
Comment..Comment..Comment
Bagian ini lebih seru lagi, bagaikan kilat komentar-komentar langsung sambar menyambar tiap kali posting status baru yang kadang sengaja dibikin heboh dan sensasional. Komentar juga lucu-lucu, kadang cukup menghibur dengan pemilihan kata-kata yang kocak namun ga jarang sambaran komentarnya jaka sembung bawa golok alias ga nyambung go...lok *LOL*
Soal menerima komentar dari orang lain kadang butuh kebesaran hati lho, tak jarang komentar bisa jadi boomerang terhadap diri sendiri. Yang repot kalo menerima komentar dan sedang sensitif, ga jarang komentar orang di delete hehehhehe...slain sebel dikritik mungkin males juga busuk-busuknya dibongkar dan terbaca smua orang.
kudu ja-im (baca : jaga image) jangan sampe ru-im (baca: rusak image)
Album Foto
Karena diakomodir sama sistem bikin album foto, jadi lhaa banyak tercipta album foto virtual di sini. BAgus siy idenya. Karena ga perlu beli album foto dan kerepotan sama ruang penyimpanan. Ga usa menuhin kapasitas memory harddisk. Pokoke smua foto-foto terbaru dan update kudu diposting, ditata rapi dalam tiap kategori album. cantik. ciamik.
Kadang tak jarang terkaget-kaget karena kiriman foto seorang teman dari masa lalu yang mendadak menemukan foto yang sudah mulai kekuningan, di scan, trus di tagged ke wall kita. huhuhuhuhu jadi mau sedih sendiri menyaksikan penampilan jaman dulu. Tak jarang posting-an foto jadul malah mambantu bermemory ria sama masa lalu dan kembali menemukan foto-foto yang telah raib entah ke mana.
Yang pasti seluruh foto-foto yang dipasang harus foto yang sadar kamera. Dilarang pasang foto biasa-biasa aja ato foto dengan gaya pose KTP. Duhhh...enggak banget pokoknya.
Nemu Temen
Ratusan teman dalam kelompok Friends adalah orang-orang yang pernah kita kenal dan yang mengenal kita dari jaman dulu sampai sekarang. Temen SD, SMP, SMA, Kuliah S1, Kuliah S2, Temen Les, Temen kantor yang dulu, Temen Kantor yang skarang, Temennya temen. Kumplit.
Tak jarang ada orang-orang yang memang suka berteman, jadi add ajah profile orang lain walau kurang kenal ato ga kenal sama skali. yang penting "keliatan" akrab karena temennya banyak heheheee dunia pergaulan skarang sudah difasilitasi dengan sukses karena fesbuk.
Makasi ya fesbuk. Makasi ya penemu fesbuk, dikau cerdas skali.
Mendadak Reuni ato Reuni Dadakan??
Stiap penemuan pasti ada efek samping, termasuk juga fesbuk. Berhubung ini adalah jejaring pertemanan, efek sampingnya pasti ke kegiatan pertemanan. Entah sudah brapa banyak orang yang kegirangan menemukan kawan lama. Entah sudah brapa banyak acara reunian berhasil diadakan dan dihadiri karena ketemu kelompok bermain jaman dulu.
Skarang tiap wiken, jadwalnya adalah reuni reuni reuni. Reuni para fesbuk-kers biasanya harus di tempat makan, karena kurang sedap ngobrol tanpa ngemil. tak lupa bawa kamera buat dokumentasi. sebelnya klo acara dokumentasi bikin gigi kering karena harus pasang gaya senyum berlama-lama. Andai peserta reunian ada 30 dan ada 20 orang yang bawa kamera. kebayang kan satu pose aja kudu diabadikan oleh ke-2o kamera yag ceprat cepret dari sgala arah.
Reuni juga menimbulkan macem-macem komentar, ada yang hepi, ada yang seneng banget, ada yang haru, ada yang sebel, ada yang ga suka. Klo yang haru karena ada kisah-kisah sentimentil. Klo sebel biasanya karena acaranya garing ati ketemu mantan pacar ato ketemu mantan musuh. Klo ga suka karena setelah lama ga ktemu, smua orang ber-evolusi termasuk dirinya sendiri, setelah kumpul bareng uda ga nyambung, ilang chemistry dan uda ga klop. Biasanya juga karena ngobrol virtual suka lebih seru daripada ngobrol face to face.
Nge-Game
Last but not least dari serangkaian demam yang melanda dunia adalah nge-game. Duh fesbuk ini surganya game, rata-rata game dengan konsep seperti permainan tamagotchi..harus dipelihara dan dilongok tiap hari. Ada yang punya Pet, ada yang Punya Kebon, ada yang jadi Mafia, ada yang punya Resto. macam-macam.
Gawatnya game nya rata-rata mengasyikan. bikin lupa waktu, bikin lupa kerja, bikin lupa janji, bikin lupa diri. Lupa di sini bukan karena amnesia, tapi karena seru dan mengasyikan.
Eniwei, terlepas dari smua komentar di atas, fesbuk tetap masih mengasyikan untuk saat ini until further notice. Saat ini para inventor teknologi pasti sedang kerja keras memikiran sesuatu yang lebih dahsyat dari fesbuk. Kita generasi penikmat teknologi tinggal menunggu apalagi yang akan di launching menggantikan jejaring fesbuk.
Sambil menunggu gebrakan para inventor, jangan lupa tetap ganti status dan komentar, tetap jadwalkan reuni dan tetap nge-game. Jangan coba-coba skeptis apalagi apatis terhadap fesbuk, karena akan dikira bukan anak gaul. PISSSSS.
Badan menggigil
Kepala cenut-cenut
Mata berair
Smua gelaja ini dirasa saat kita sedang demam. Dunia juga sedang demam, tapi tanpa gejala sakit seperti di atas.
Gejalanya :
Ga bisa jauh dari gadget
Jauh dari laptop gatel-gatel
Blom punya BB, sampe mimpi buruk tiap malam
Bad Connection internet langsung semaput
yup..dunia sedang demam. demam fesbuk (baca: Facebook) hehehhe
Jaringan koneksi pertemanan abad ini yang paling oke, rasanya hampir smua orang yang ku kenal pasti punya account fesbuk. Haram hukumnya kalo sampe haree heneee belom tampil di FB. Cuma ati-ati aja, jaringan yang satu ini bikin addict. Pantas aja sempat ada isu mau keluar fatwa haram buat fesbuk. sbenernya fatwa nya buat apa siy? Klo menurut saya, agak-agak cocok kalo fatwa haram untuk konteks addict, karena smua yang nyandu kan ga sehat. karena fesbuk uda nyandu, rasa-rasanya mulai bisa dimasukkan jadi nominasi kebiasaan haram hahahah
Update Status
Buat para fesbuk-kers, rasanya kurang afdol klo dalam sehari ga update status. Blakangan namanya jadi what's on your mind kemudian di share. Uuuuhhhh gara-gara kolom ini membuat smua orang jadi kreatif. Kadang kocak, kadang serasa baca jadwal hidup orang lain, kadang kurang suka hihhii
Yang pasti orang jadi lebih ekstrovert walau sbenarnya dahulu adalah kaum introvert. Dari ga suka curhat, jadi kedemenen curcol alias curhat colongan. Dari yang suka berahasia jadi pingin seantero jagad tau aktivitasnya.
Paling seru kalo baca status lawakan, bisa membantu cengar cengir....
Paling males baca status yang menggantung, karena liatan banget kepengen ditanya heheh
Paling sebel klo statusnya lurus dot com, misal: klo uda males statusnya ngantuk mode ON (ya iya lhaaa ngantuk, secara uda malem..plis dweh)
Fesbuk ooohh fesbuk...
Comment..Comment..Comment
Bagian ini lebih seru lagi, bagaikan kilat komentar-komentar langsung sambar menyambar tiap kali posting status baru yang kadang sengaja dibikin heboh dan sensasional. Komentar juga lucu-lucu, kadang cukup menghibur dengan pemilihan kata-kata yang kocak namun ga jarang sambaran komentarnya jaka sembung bawa golok alias ga nyambung go...lok *LOL*
Soal menerima komentar dari orang lain kadang butuh kebesaran hati lho, tak jarang komentar bisa jadi boomerang terhadap diri sendiri. Yang repot kalo menerima komentar dan sedang sensitif, ga jarang komentar orang di delete hehehhehe...slain sebel dikritik mungkin males juga busuk-busuknya dibongkar dan terbaca smua orang.
kudu ja-im (baca : jaga image) jangan sampe ru-im (baca: rusak image)
Album Foto
Karena diakomodir sama sistem bikin album foto, jadi lhaa banyak tercipta album foto virtual di sini. BAgus siy idenya. Karena ga perlu beli album foto dan kerepotan sama ruang penyimpanan. Ga usa menuhin kapasitas memory harddisk. Pokoke smua foto-foto terbaru dan update kudu diposting, ditata rapi dalam tiap kategori album. cantik. ciamik.
Kadang tak jarang terkaget-kaget karena kiriman foto seorang teman dari masa lalu yang mendadak menemukan foto yang sudah mulai kekuningan, di scan, trus di tagged ke wall kita. huhuhuhuhu jadi mau sedih sendiri menyaksikan penampilan jaman dulu. Tak jarang posting-an foto jadul malah mambantu bermemory ria sama masa lalu dan kembali menemukan foto-foto yang telah raib entah ke mana.
Yang pasti seluruh foto-foto yang dipasang harus foto yang sadar kamera. Dilarang pasang foto biasa-biasa aja ato foto dengan gaya pose KTP. Duhhh...enggak banget pokoknya.
Nemu Temen
Ratusan teman dalam kelompok Friends adalah orang-orang yang pernah kita kenal dan yang mengenal kita dari jaman dulu sampai sekarang. Temen SD, SMP, SMA, Kuliah S1, Kuliah S2, Temen Les, Temen kantor yang dulu, Temen Kantor yang skarang, Temennya temen. Kumplit.
Tak jarang ada orang-orang yang memang suka berteman, jadi add ajah profile orang lain walau kurang kenal ato ga kenal sama skali. yang penting "keliatan" akrab karena temennya banyak heheheee dunia pergaulan skarang sudah difasilitasi dengan sukses karena fesbuk.
Makasi ya fesbuk. Makasi ya penemu fesbuk, dikau cerdas skali.
Mendadak Reuni ato Reuni Dadakan??
Stiap penemuan pasti ada efek samping, termasuk juga fesbuk. Berhubung ini adalah jejaring pertemanan, efek sampingnya pasti ke kegiatan pertemanan. Entah sudah brapa banyak orang yang kegirangan menemukan kawan lama. Entah sudah brapa banyak acara reunian berhasil diadakan dan dihadiri karena ketemu kelompok bermain jaman dulu.
Skarang tiap wiken, jadwalnya adalah reuni reuni reuni. Reuni para fesbuk-kers biasanya harus di tempat makan, karena kurang sedap ngobrol tanpa ngemil. tak lupa bawa kamera buat dokumentasi. sebelnya klo acara dokumentasi bikin gigi kering karena harus pasang gaya senyum berlama-lama. Andai peserta reunian ada 30 dan ada 20 orang yang bawa kamera. kebayang kan satu pose aja kudu diabadikan oleh ke-2o kamera yag ceprat cepret dari sgala arah.
Reuni juga menimbulkan macem-macem komentar, ada yang hepi, ada yang seneng banget, ada yang haru, ada yang sebel, ada yang ga suka. Klo yang haru karena ada kisah-kisah sentimentil. Klo sebel biasanya karena acaranya garing ati ketemu mantan pacar ato ketemu mantan musuh. Klo ga suka karena setelah lama ga ktemu, smua orang ber-evolusi termasuk dirinya sendiri, setelah kumpul bareng uda ga nyambung, ilang chemistry dan uda ga klop. Biasanya juga karena ngobrol virtual suka lebih seru daripada ngobrol face to face.
Nge-Game
Last but not least dari serangkaian demam yang melanda dunia adalah nge-game. Duh fesbuk ini surganya game, rata-rata game dengan konsep seperti permainan tamagotchi..harus dipelihara dan dilongok tiap hari. Ada yang punya Pet, ada yang Punya Kebon, ada yang jadi Mafia, ada yang punya Resto. macam-macam.
Gawatnya game nya rata-rata mengasyikan. bikin lupa waktu, bikin lupa kerja, bikin lupa janji, bikin lupa diri. Lupa di sini bukan karena amnesia, tapi karena seru dan mengasyikan.
Eniwei, terlepas dari smua komentar di atas, fesbuk tetap masih mengasyikan untuk saat ini until further notice. Saat ini para inventor teknologi pasti sedang kerja keras memikiran sesuatu yang lebih dahsyat dari fesbuk. Kita generasi penikmat teknologi tinggal menunggu apalagi yang akan di launching menggantikan jejaring fesbuk.
Sambil menunggu gebrakan para inventor, jangan lupa tetap ganti status dan komentar, tetap jadwalkan reuni dan tetap nge-game. Jangan coba-coba skeptis apalagi apatis terhadap fesbuk, karena akan dikira bukan anak gaul. PISSSSS.
Thursday, June 25, 2009
Nyaris Ga Bayar
SALE
Percaya deh...baca tulisan di atas walau cuma satu kata bisa membuat sebagian besar cewe-cewe gemetaran, kasak kusuk dan kepikiran hihihi
Dalam setahun pasti ada beberapa periode sale yang digelar mulai dari Mid Year Sale, End Year Sale sampai aneka sale tematik. Dan event-event seperti ini rasanya sayang untuk dilewatkan. Dari rumah janjinya hanya mau liat-liat aja, namun ga jarang pulang malah ngebungkus aneka barang.
Gosh, knapa kok jadi begini?
Pagi ini saat ngecek imel yang jadi bagian rutin memulai hari, saya mendapat beberapa imel di inbox dari berapa retailer. Tawarannya mengiurkan.
Buy one get one, uuuhhhh biasa.
30% off, hmmm dikit amat sih diskonnya.
Adrenalin kok ga terpancing yah kalo penawarannya kayak gini. Kurang menantang. Kurang hillarious. Tau-tau mata saya berhenti pada sebuah penawaran dari toko favourite jang jelas-jelas terpampang angka keramat
70% Off
up to 90% OFF
Nah ini dia yang ditunggu-tunggu. Tanpa pikir panjang dan mendadak lupa sama agenda hari ini yang mustinya ga ada plan keluar rumah, saya langsung mengambil HP dan mengirimkan text message ke teman jalan.
"Jeung, ada acara ngak? keluar yukzz. Toko langganan gelar diskon. 70% bowww. trus ada juga yang up to 90%. Minat?"
SMS terkirim. Message delivered.
ting..tong..ting..tong
yess....ada SMS masuk.
"HAH??? serius. diskonnya gede jeung, nyaris Ga Bayar. MAri berangkat."
SALE 70% Off & Up To 90% OFF = Nyaris Ga Bayar --> LIKE IT!!!
Jadilah duo cewe-cewe ini bertemu di hot spot tempat keriaan SALE digelar, dan mulai panik melihat hamparan benda-benda yang harganya dipotong habis-habisan. Tanpa ba bi bu lagi, kami mulai inspeksi toko dan jelajah sana sini, hunting benda-benda yang (mungkin) dibutuhkan.
Hanya dalam tempo sesingkat-singkatnya (mirip pembuatan naskah proklamasi), saya sudah menenteng beberapa item, begitu juga teman jalan dan belanja hari ini. Sudah berhasil membungkus aneka barang-barang.
Misson Accomplished.
Sampai di rumah, mulailah acara bongkar-bongkar isi tas belanja. sebotol Body mist, 2 botol Body lotion, 1 botol ukuran sedang Liquid Soap, 1 buah Baju Tidur andalan, separang Flip Flop lucu, 1 set cosmetic brush. Dan saat melihat kembali struk belanja, masih terkagum-kagum betapa murahnya harga belanjaan hari ini, hemat hampir 80% dari harga regular.
Tiba-tiba hidup jadi meriah, hati jadi berbunga-bunga. Benar-benar Nyaris Ga Bayar.
Saat membereskan smua benda-benda, sempat termenung cukup lama di depan lemari. Duh, ternyata koleksi body lotion masih ada 5 botol. Parfum pun masih berderet-deret cantik. Sabun cair, baru ingat 2 hari lalu baru aja beli. Flip Flop? iihhh mau dipake kapan, belum lama dapet oleh-oleh sandal. Baju tidur? brush? aaaahhhh pusing....ternyata semuanya masih punya. dan kepunyaannya masih bagus semua.
Yah..gini deh godaan sale bagi perempuan, yang penting sidak (inspeksi mendadak) dulu ke toko, lupa diri dan ngeborong, setelah pulang baru panik.
I wish I could say : NO sama godaan SALE, but it's too late...
Percaya deh...baca tulisan di atas walau cuma satu kata bisa membuat sebagian besar cewe-cewe gemetaran, kasak kusuk dan kepikiran hihihi
Dalam setahun pasti ada beberapa periode sale yang digelar mulai dari Mid Year Sale, End Year Sale sampai aneka sale tematik. Dan event-event seperti ini rasanya sayang untuk dilewatkan. Dari rumah janjinya hanya mau liat-liat aja, namun ga jarang pulang malah ngebungkus aneka barang.
Gosh, knapa kok jadi begini?
Pagi ini saat ngecek imel yang jadi bagian rutin memulai hari, saya mendapat beberapa imel di inbox dari berapa retailer. Tawarannya mengiurkan.
Buy one get one, uuuhhhh biasa.
30% off, hmmm dikit amat sih diskonnya.
Adrenalin kok ga terpancing yah kalo penawarannya kayak gini. Kurang menantang. Kurang hillarious. Tau-tau mata saya berhenti pada sebuah penawaran dari toko favourite jang jelas-jelas terpampang angka keramat
70% Off
up to 90% OFF
Nah ini dia yang ditunggu-tunggu. Tanpa pikir panjang dan mendadak lupa sama agenda hari ini yang mustinya ga ada plan keluar rumah, saya langsung mengambil HP dan mengirimkan text message ke teman jalan.
"Jeung, ada acara ngak? keluar yukzz. Toko langganan gelar diskon. 70% bowww. trus ada juga yang up to 90%. Minat?"
SMS terkirim. Message delivered.
ting..tong..ting..tong
yess....ada SMS masuk.
"HAH??? serius. diskonnya gede jeung, nyaris Ga Bayar. MAri berangkat."
SALE 70% Off & Up To 90% OFF = Nyaris Ga Bayar --> LIKE IT!!!
Jadilah duo cewe-cewe ini bertemu di hot spot tempat keriaan SALE digelar, dan mulai panik melihat hamparan benda-benda yang harganya dipotong habis-habisan. Tanpa ba bi bu lagi, kami mulai inspeksi toko dan jelajah sana sini, hunting benda-benda yang (mungkin) dibutuhkan.
Hanya dalam tempo sesingkat-singkatnya (mirip pembuatan naskah proklamasi), saya sudah menenteng beberapa item, begitu juga teman jalan dan belanja hari ini. Sudah berhasil membungkus aneka barang-barang.
Misson Accomplished.
Sampai di rumah, mulailah acara bongkar-bongkar isi tas belanja. sebotol Body mist, 2 botol Body lotion, 1 botol ukuran sedang Liquid Soap, 1 buah Baju Tidur andalan, separang Flip Flop lucu, 1 set cosmetic brush. Dan saat melihat kembali struk belanja, masih terkagum-kagum betapa murahnya harga belanjaan hari ini, hemat hampir 80% dari harga regular.
Tiba-tiba hidup jadi meriah, hati jadi berbunga-bunga. Benar-benar Nyaris Ga Bayar.
Saat membereskan smua benda-benda, sempat termenung cukup lama di depan lemari. Duh, ternyata koleksi body lotion masih ada 5 botol. Parfum pun masih berderet-deret cantik. Sabun cair, baru ingat 2 hari lalu baru aja beli. Flip Flop? iihhh mau dipake kapan, belum lama dapet oleh-oleh sandal. Baju tidur? brush? aaaahhhh pusing....ternyata semuanya masih punya. dan kepunyaannya masih bagus semua.
Yah..gini deh godaan sale bagi perempuan, yang penting sidak (inspeksi mendadak) dulu ke toko, lupa diri dan ngeborong, setelah pulang baru panik.
I wish I could say : NO sama godaan SALE, but it's too late...
Filsafat Kuali
Sbenarnya ide cemerlang jadi filsuf dadakan gara-gara keseringan turun ke dapur belakangan ini.
Critanya gini, sebagai istri orang dan tinggal di negri yang nun jauh di sana tanpa ada bantuan kiri kanan seperti hidup di negri sendiri membuat saya jadi kreatif di dapur. Mulai dari nyoba resep turunan nyokap, resep hasil browsing di situs-situs mari memasak, sampai resep yang diracik sendiri tanpa panduan dari siapapun, semuanya dicoba satu-satu tiap hari demi urusan isi perut saya dan juga suami.
Alat masak yang slalu digunakan guna aneka rupa, cuma yang paling sering digunakan adalah skillet alias wok alias KUALI. Gara-gara setiap hari menggunakan alat masak yang satu ini, sudah pasti saya punya pengalaman menarik dan kurang menarik.
Di dapur koleksi wok dan skillet saya ada beberapa, mulai dari wok yang cekung cukup dalam dan agak berat hingga skillet yang melebar dan cekung namun tidak dalam. Smuanya bermanfaat, smuanya bisa digunakan untuk masak. Namun masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya.
Dari sinilah muncul hasil perenungan dan pemikiran sang ratu dapur di sela-sela menanti masakannya matang hehehe
Jika menggunakan kuali yang dalam, memasak sebetulnya menyenangkan. Karena dapur lebih bersih, bebas dari cipratan minyak dan percikan masakan yang mungkin bakal nempel sana sini. Jenis kuali ini cukup berat, tapi mantap. Ada lagi kuali yang tidak terlalu dalam, nah ini yang repot. Walau sudah hati-hati menggunakannya, tetap saja ada percikan saus atau minyak yang nempel sana sini. Ringan dipakai namun merepotkan, karena harus ekstra bersih-bersih setelah memasak.
Lalu saya mulai membuat analogi, kuali ibarat pikiran dan hati manusia....
Pikiran dan hati manusia, selalu terisi rupa-rupa emosi, ada yang negatif dan ada yang positif terbagi rata antara keduanya. Andai pikiran dan hati manusia diibaratkan seperti kuali, suatu kali bisa saja emosi yang ada di dalamnya bisa dipanas-panasi kompor atau emosi yang ibarat minyak panas bisa terperciki tetesan air.
Kuali yang cekung dalam walau dipanas-panasi kompor di bawahnya atau terperciki air di atas minyak panas yang ada di dalamnya, berdasarkan pengalaman yang saya alami, jarang sekali terjadi percikan minyak/kuah masakan ke luar. Mungkin bisa diartikan pikiran/hati manusia yang telah disiapkan untuk nrimo, untuk iklas, untuk tenang walau dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak kondusif dan rentan buat emosi jadi turun naik, tetap stay cool tidak bereaksi berlebihan. Kalaupun mendidih karena panas kompor, isinya tidak tertumpah kemana-mana, jika minyak di dalamnya terperciki air hanya terdengar bunyi brisik tanpa minyak melesat keluar dan mengotori benda-benda yang ada di sekitarnya.
Kompor dari lingkungan sekitar tidak membuat emosinya terekspos, cukup bergejolak di dalam dan orang itu cukup kuat untuk menjaga hati dan pikirannya yang berkecamuk karena pancingan emosi yang diterimanya. Tidak jarang dalam kehidupan nyata, banyak sekali orang-orang yang dengan sengaja bertingkah laku menjengkelkan. Nah di sini tantangannya, jika kita seperti kuali yang dalam, biarkan emosi itu mendidih di dalam. Jangan sampai keluar jadi emosi negatif yang mengotori diri sendiri dan mengotori orang lain.
Kuali yang cekung tidak terlalu dalam berbeda jauh reaksinya. Dipanasi api yang terlalu besar, isinya terlontar ke luar. Begitu juga jika ada minyak panas ketetesan air di dalamnya. Ibarat isi hati dan pikiran yang dipenuhi emosi, dipanas-panasi langsung bereaksi berlebihan. Tak jarang sikap berlebihan dan emosional kita rasakan dari orang-orang yang hati dan pikiriannya seperti kuali yang tidak dalam. Atau kita sendiri yang pernah merasakan bahwa kita menjadi orang yang berlebihan, dan reaksi emosi negatif dalam hati dan pikirannya cipratannya sampai melukai diri sendiri dan orang lain.
Dari pengalaman ini, saya jadi bisa menilik jauh ke dalam hati dan pikiran saya sendiri. Langsung bisa tersadar, manusia macam apakah saya selama ini? Tanpa bermaksud menghakimi, saya pun jadi bisa mengenali jenis orang-orang yang ada di sekeliling saya saat mereka bereaksi terhadap gejolak emosi dalam hati dan pikirannya.
Kuali yang dalam, cenderung berat. Karena tak bisa dipungkiri, dibuat dari bahan baku yang jumlahnya lebih banyak, mengalami proses pembuatan yang lebih panjang dan mungkin saja lebih rumit. Kuali yang tidak dalam, terasa ringan. Karena bahan bakunya sedikit dan memang dipilih demikian supaya ringan. Tapi kualitas akhir sulit untuk dibandingkan.
Kalo kuali tidak bisa memilih, karena kuali pasrah dibentuk seperti apa di tangan pembuatnya, maka berbeda dengan hati dan pikiran manusia saat mengendalikan emosinya.
Ia yang menentukan jenis kuali hati dan pikirannya, ia yang menyiapkan dirinya dengan baik dari apapun gangguan di luar dirinya (ga peduli sama kompor atau percikan air), ia yang dengan cermat menjaga reaksi emosi dalam hati dan pikirannya.
We're smart enough not to be over-reacted, We're strong enough to be COOL
Critanya gini, sebagai istri orang dan tinggal di negri yang nun jauh di sana tanpa ada bantuan kiri kanan seperti hidup di negri sendiri membuat saya jadi kreatif di dapur. Mulai dari nyoba resep turunan nyokap, resep hasil browsing di situs-situs mari memasak, sampai resep yang diracik sendiri tanpa panduan dari siapapun, semuanya dicoba satu-satu tiap hari demi urusan isi perut saya dan juga suami.
Alat masak yang slalu digunakan guna aneka rupa, cuma yang paling sering digunakan adalah skillet alias wok alias KUALI. Gara-gara setiap hari menggunakan alat masak yang satu ini, sudah pasti saya punya pengalaman menarik dan kurang menarik.
Di dapur koleksi wok dan skillet saya ada beberapa, mulai dari wok yang cekung cukup dalam dan agak berat hingga skillet yang melebar dan cekung namun tidak dalam. Smuanya bermanfaat, smuanya bisa digunakan untuk masak. Namun masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya.
Dari sinilah muncul hasil perenungan dan pemikiran sang ratu dapur di sela-sela menanti masakannya matang hehehe
Jika menggunakan kuali yang dalam, memasak sebetulnya menyenangkan. Karena dapur lebih bersih, bebas dari cipratan minyak dan percikan masakan yang mungkin bakal nempel sana sini. Jenis kuali ini cukup berat, tapi mantap. Ada lagi kuali yang tidak terlalu dalam, nah ini yang repot. Walau sudah hati-hati menggunakannya, tetap saja ada percikan saus atau minyak yang nempel sana sini. Ringan dipakai namun merepotkan, karena harus ekstra bersih-bersih setelah memasak.
Lalu saya mulai membuat analogi, kuali ibarat pikiran dan hati manusia....
Pikiran dan hati manusia, selalu terisi rupa-rupa emosi, ada yang negatif dan ada yang positif terbagi rata antara keduanya. Andai pikiran dan hati manusia diibaratkan seperti kuali, suatu kali bisa saja emosi yang ada di dalamnya bisa dipanas-panasi kompor atau emosi yang ibarat minyak panas bisa terperciki tetesan air.
Kuali yang cekung dalam walau dipanas-panasi kompor di bawahnya atau terperciki air di atas minyak panas yang ada di dalamnya, berdasarkan pengalaman yang saya alami, jarang sekali terjadi percikan minyak/kuah masakan ke luar. Mungkin bisa diartikan pikiran/hati manusia yang telah disiapkan untuk nrimo, untuk iklas, untuk tenang walau dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak kondusif dan rentan buat emosi jadi turun naik, tetap stay cool tidak bereaksi berlebihan. Kalaupun mendidih karena panas kompor, isinya tidak tertumpah kemana-mana, jika minyak di dalamnya terperciki air hanya terdengar bunyi brisik tanpa minyak melesat keluar dan mengotori benda-benda yang ada di sekitarnya.
Kompor dari lingkungan sekitar tidak membuat emosinya terekspos, cukup bergejolak di dalam dan orang itu cukup kuat untuk menjaga hati dan pikirannya yang berkecamuk karena pancingan emosi yang diterimanya. Tidak jarang dalam kehidupan nyata, banyak sekali orang-orang yang dengan sengaja bertingkah laku menjengkelkan. Nah di sini tantangannya, jika kita seperti kuali yang dalam, biarkan emosi itu mendidih di dalam. Jangan sampai keluar jadi emosi negatif yang mengotori diri sendiri dan mengotori orang lain.
Kuali yang cekung tidak terlalu dalam berbeda jauh reaksinya. Dipanasi api yang terlalu besar, isinya terlontar ke luar. Begitu juga jika ada minyak panas ketetesan air di dalamnya. Ibarat isi hati dan pikiran yang dipenuhi emosi, dipanas-panasi langsung bereaksi berlebihan. Tak jarang sikap berlebihan dan emosional kita rasakan dari orang-orang yang hati dan pikiriannya seperti kuali yang tidak dalam. Atau kita sendiri yang pernah merasakan bahwa kita menjadi orang yang berlebihan, dan reaksi emosi negatif dalam hati dan pikirannya cipratannya sampai melukai diri sendiri dan orang lain.
Dari pengalaman ini, saya jadi bisa menilik jauh ke dalam hati dan pikiran saya sendiri. Langsung bisa tersadar, manusia macam apakah saya selama ini? Tanpa bermaksud menghakimi, saya pun jadi bisa mengenali jenis orang-orang yang ada di sekeliling saya saat mereka bereaksi terhadap gejolak emosi dalam hati dan pikirannya.
Kuali yang dalam, cenderung berat. Karena tak bisa dipungkiri, dibuat dari bahan baku yang jumlahnya lebih banyak, mengalami proses pembuatan yang lebih panjang dan mungkin saja lebih rumit. Kuali yang tidak dalam, terasa ringan. Karena bahan bakunya sedikit dan memang dipilih demikian supaya ringan. Tapi kualitas akhir sulit untuk dibandingkan.
Kalo kuali tidak bisa memilih, karena kuali pasrah dibentuk seperti apa di tangan pembuatnya, maka berbeda dengan hati dan pikiran manusia saat mengendalikan emosinya.
Ia yang menentukan jenis kuali hati dan pikirannya, ia yang menyiapkan dirinya dengan baik dari apapun gangguan di luar dirinya (ga peduli sama kompor atau percikan air), ia yang dengan cermat menjaga reaksi emosi dalam hati dan pikirannya.
We're smart enough not to be over-reacted, We're strong enough to be COOL
Wednesday, June 24, 2009
Smakin Mirip Mama
Hai teman-teman ku, apakah engkau punya pengalaman yang ga terlupakan bersama nyokap alias mama alias ibu kalian? Ya iya lhaa..setiap orang pasti memiliki secuil kenangan manis (bahkan kenangan buruk) bersama orang tua perempuannya. Begitu juga aku.
Sedari kecil, aku dan adik ku diasuh oleh mama yang lincah dan cekatan. Bayangkan saja, mama mampu mengerjakan semua pekerjaan rumah dengan cermat dan rapih setiap hari. Tidak pernah aku melihat gurat ketidak iklasan di raut wajahnya saat melayani suami dan kami, anak-anaknya. Walau tak jarang bibirnya mengomel panjang pendek karena kekesalan yang kami, anak-anaknya ciptakan dalam hari-harinya yang penuh warna.
Mama sangat perhatian pada kedua anaknya, sampai-sampai tak jarang beliau begitu over protective melindungi kami. Naluri keibuannya untuk membuat kami tumbuh sehat sangat besar, walau kadang saat masih kanak-kanak kami merasakan mama berlebihan dan sangat ketat dalam aturan di dalam rumah. Harus bobo siang, ga bole jajan sembarangan, jangan main kotor-kotor dan sederet aturan lainnya.
Belum lagi dalam urusan masakan, mama juaranya. Mama sangat tau cara memanjakan lidah anggota keluarga kecilnya. Hidangan sederhana, terasa nikmat di lidah kalau diciptakan dari tangan mama. Bahkan semangkuk sayur asem buatan mama, nothing to compare dengan jenis sayur asem dari resto manapun. Entah apa yang membuat masakan mama senantiasa lezat, mungkin racikan bumbunya yang pas atau karena mama selalu masak menggunakan ketulusan hati, entahlah. Yang pasti wajah mama selalu gembira, saat kami menikmati hidangan di atas meja makan kami sampai tandas. Omelannya segera hilang digantikan senyuman lebar saat kami berlomba-lomba minta tambah lauk hahaha...
Beranjak ABG alias Anak Baru Gede, muncul sifat remaja yang sok tau dalam diri ku. Mulailah aksi-aksi perlawanan terhadap mama, mulai dai pelanggaran aturan rumah, merasa ajakan makan dari teman lebih mengiurkan dari semangkuk sayur asem di rumah, tergoda acara jalan-jalan dan pesta-pesta yang dikirim hampir setiap weekend. Tapi herannya, mama memberikan ijin walau dengan sederetan nasehat dan wanti-wanti ini itu. Setiap pulang (agak) kemalaman, mama pasti menunggu ku, kadang masih melek, kadang sudah tertidur di atas sofa. Pasti mama kecapean menunggu si sulung kembali dengan selamat ke rumah.
Semakin dewasa, kadang aku berulah menjadi-jadi. Lupa pernah berkomentar tajam terhadapnya, lupa pernah membuatnya menangis bahkan lupa kapan pernah membuatnya tertawa bahagia. Tapi mama hebat, tidak pernah di tengah kondisi buruk apapun, aku di komplain. Mama menerima apa adanya, mama menjaga ku dari jauh, bahkan mungkin mama mendoakan ku in silence. Aku yakin, tak ada ibu yang tidak tulus menyayangi anaknya, seheboh apapun kelakuan anaknya.
Suatu kali saat-saat pertengkaran putri dengan mama, sesekali pernah terlontar ucapan, "aku ga mau seperti mama...". YA, aku pernah mengucapkan itu. Karena penilaian ku yang sok tau, mama kurang update, kurang gaul dan kurang masa kini.
Oooh..plis dweh, komentar macam apakah itu.
Tapi saat aku sedang berbagi kisah ini kepada mu, teman. Aku mulai merefleksikan diri ku hari ini, sebagai wanita dewasa yang telah berkeluarga. TAnda ku sadar, aku smakin mirip mama dan sikap mama banyak sekali ku tiru. Banyak kebiasaan-kebiasaan mama di dapur saat menyiapkan masak atau saat membereskan rumah, juga menjadi kebiasaan ku saat ini di dalam rumah tangga ku. Ternyata banyak sekali pancaran kebaikan mama dan ketulusan mama yang ditularkannya pada ku dan yang membentuk ku menjadi wanita dewasa.
Mama tidak pernah mengajarkan pada ku bagaimana menjadi istri dan ibu yang baik, namun keseharian mama betul-betul more than words.. bagai mantra sakti bisa begitu melekat dalam kebiasaan ku. Kalo dulu aku mati-matian ga mau mirip mama, tapi kini I wish I could be like my Mom. Aku ingin sesabar mama, aku ingin sebaik mama, aku ingin setulus mama.
Thanks Mom for everthing You've done to me, You're so precious to me and I'm missing you Now.
(Kalo suatu kali aku pulang kampung, jauh-jauh hari aku aku akan memesan masakan buatan mama)
Sedari kecil, aku dan adik ku diasuh oleh mama yang lincah dan cekatan. Bayangkan saja, mama mampu mengerjakan semua pekerjaan rumah dengan cermat dan rapih setiap hari. Tidak pernah aku melihat gurat ketidak iklasan di raut wajahnya saat melayani suami dan kami, anak-anaknya. Walau tak jarang bibirnya mengomel panjang pendek karena kekesalan yang kami, anak-anaknya ciptakan dalam hari-harinya yang penuh warna.
Mama sangat perhatian pada kedua anaknya, sampai-sampai tak jarang beliau begitu over protective melindungi kami. Naluri keibuannya untuk membuat kami tumbuh sehat sangat besar, walau kadang saat masih kanak-kanak kami merasakan mama berlebihan dan sangat ketat dalam aturan di dalam rumah. Harus bobo siang, ga bole jajan sembarangan, jangan main kotor-kotor dan sederet aturan lainnya.
Belum lagi dalam urusan masakan, mama juaranya. Mama sangat tau cara memanjakan lidah anggota keluarga kecilnya. Hidangan sederhana, terasa nikmat di lidah kalau diciptakan dari tangan mama. Bahkan semangkuk sayur asem buatan mama, nothing to compare dengan jenis sayur asem dari resto manapun. Entah apa yang membuat masakan mama senantiasa lezat, mungkin racikan bumbunya yang pas atau karena mama selalu masak menggunakan ketulusan hati, entahlah. Yang pasti wajah mama selalu gembira, saat kami menikmati hidangan di atas meja makan kami sampai tandas. Omelannya segera hilang digantikan senyuman lebar saat kami berlomba-lomba minta tambah lauk hahaha...
Beranjak ABG alias Anak Baru Gede, muncul sifat remaja yang sok tau dalam diri ku. Mulailah aksi-aksi perlawanan terhadap mama, mulai dai pelanggaran aturan rumah, merasa ajakan makan dari teman lebih mengiurkan dari semangkuk sayur asem di rumah, tergoda acara jalan-jalan dan pesta-pesta yang dikirim hampir setiap weekend. Tapi herannya, mama memberikan ijin walau dengan sederetan nasehat dan wanti-wanti ini itu. Setiap pulang (agak) kemalaman, mama pasti menunggu ku, kadang masih melek, kadang sudah tertidur di atas sofa. Pasti mama kecapean menunggu si sulung kembali dengan selamat ke rumah.
Semakin dewasa, kadang aku berulah menjadi-jadi. Lupa pernah berkomentar tajam terhadapnya, lupa pernah membuatnya menangis bahkan lupa kapan pernah membuatnya tertawa bahagia. Tapi mama hebat, tidak pernah di tengah kondisi buruk apapun, aku di komplain. Mama menerima apa adanya, mama menjaga ku dari jauh, bahkan mungkin mama mendoakan ku in silence. Aku yakin, tak ada ibu yang tidak tulus menyayangi anaknya, seheboh apapun kelakuan anaknya.
Suatu kali saat-saat pertengkaran putri dengan mama, sesekali pernah terlontar ucapan, "aku ga mau seperti mama...". YA, aku pernah mengucapkan itu. Karena penilaian ku yang sok tau, mama kurang update, kurang gaul dan kurang masa kini.
Oooh..plis dweh, komentar macam apakah itu.
Tapi saat aku sedang berbagi kisah ini kepada mu, teman. Aku mulai merefleksikan diri ku hari ini, sebagai wanita dewasa yang telah berkeluarga. TAnda ku sadar, aku smakin mirip mama dan sikap mama banyak sekali ku tiru. Banyak kebiasaan-kebiasaan mama di dapur saat menyiapkan masak atau saat membereskan rumah, juga menjadi kebiasaan ku saat ini di dalam rumah tangga ku. Ternyata banyak sekali pancaran kebaikan mama dan ketulusan mama yang ditularkannya pada ku dan yang membentuk ku menjadi wanita dewasa.
Mama tidak pernah mengajarkan pada ku bagaimana menjadi istri dan ibu yang baik, namun keseharian mama betul-betul more than words.. bagai mantra sakti bisa begitu melekat dalam kebiasaan ku. Kalo dulu aku mati-matian ga mau mirip mama, tapi kini I wish I could be like my Mom. Aku ingin sesabar mama, aku ingin sebaik mama, aku ingin setulus mama.
Thanks Mom for everthing You've done to me, You're so precious to me and I'm missing you Now.
(Kalo suatu kali aku pulang kampung, jauh-jauh hari aku aku akan memesan masakan buatan mama)
IT'S Complicated
Buat para pecinta forum jejaring nirkabel macam FS ato FB pasti sudah familiar dengan istilah "it's complicated", sebuah istilah yang tersedia pada kolom relationship selain : Single, In a relationship, Engaged, Married, dan In an open relationship.
Kocaknya, kalo status hubungan tertera wajar macam : SINGLE, Engaged, In a relationship dan MARRIED, apalagi tambah dijelaskan dengan siapa hubungan tersebut dibina, rata-rata minim sekali pertanyaan want to know dari teman-teman. Tapi....kalo mendadak status hubungan berganti menjadi It's Complicated, yang ada benar-benar menjadi complicated sendiri karena jadi sibuk kudu jelasin sana sini via kolom comment tentu saja untuk pertanyaan-pertanyaan mau tau tersebut.
It's Complicated
Ngintip dari kamus Webster "complicated" dijelaskan sebagai sebuah kondisi yang sulit (difficult to analyze, understand or explain). Bisa juga disama artikan dengan COMPLEX.
Jelas aja saat status relationship di FB ato FS diubah menjadi "It's Complicated" mendadak sejuta umat bertanya: mengapa? apakah bisa dibantu? mau ngak share? heh knapa loe? baik-baik aja kan bow?
Pokoknya macem-macem deh pertanyaannya.
Ajaibnya, uda jelas-jelas artinya susah buat dianalisa, dimengerti bahkan dijelaskan namun terkadang penjelasan dari si empu status ga kalah heboh. Mulai dari penjelasan tersirat (kepingin terus dipancing dan dibahas) sampai penjelasan tersurat (gamblang dibahas panjang lebar). Lantas di mana letak complicatednya?
Relationship = Complicated
Namanya juga hubungan pasti ada suka ada duka, ada senang ada susah, ada ketawa ada tangis, ada gula ada semut *LHOOOO* I mean, yang namanya hubungan pasti ada naik turunnya. Hubungan apapun juga, mau hubungan antara anak dan ortu, hubungan atasan bawahan (bukan hubungan kemeja/kaos dengan rok/celana yaaaaa...), hubungan teman, persahabatan, pasti semuanya ada titik mudah dan ada titik sulitnya.
Tapi kenapa juga sampai option sebuah hubungan/relationship disediakan "It's Complicated"? Mungkin option ini buat jenis-jenis hubungan semacam TTM (Teman Tapi Mesra), HTS (Hubungan Tanpa Status), atau para penyandang gelar WIL/PIL? Entah lhaa....abis ga jelas juga kenapa hubungan yang kurang jelas kudu diakui lalu diposting menjadi hubungan yg complicated, membingungkan.
Ada salah seorang sahabat yang sempat mengomentari jenis status relationship yang satu ini dengan agak-agak emosional. Karena status MARRIED nya mebdadak berubah menjadi IT'S COMPLICATED, statusnya langsung dipertanyakan oleh : Pasangannya sendiri HAHHAHHA..
Lalu sahabat ku sempat menjelaskan dengan blak-blakan seperti ini :
"Emang dikira nikah mudah kali, nikah kan juga complicated. Ribet dot com, ga semudah dan segampang yang dipikir, banyak urusan yang harus ditangani, banyak peran yang harus dijalani. Kenapa siy dia (maksudnya pasangannya) musti complain gara-gara status gw diganti jadi "It's Complicated"?? Ga smuanya kan berhubungan sama dia, gw tidak sedang membahas dia kok apalagi membahas hubungan kita. Pokoknya bukan berarti saat status gw jadi complicated tandanya hubungan gw sama dia complicated. Lo paham kan maksud gw?" sahabat saya bertanya kepada saya.
Saya cuma mengangguk-angguk mencoba mencerna dan memahami CurCol nya (CurCol = Curhat Colongan).
"Urusan gw kan banyak, mulai dari urusan sekolah anak-anak, menu makan anak-anak, belom urusan rumah dan tetek bengeknya, trus urusan kantor gw, klien-klien gw, huhhhhh.......smuanya kan kadang emang complicated. Ga salah kan gw ganti status FB jadi Complicated!?" CurCol masih berlanjut dan suara masih melengking tujuh oktaf.
"Masa gitu aja dia (maksudnya pasangannya) komplain, iiihhh ga penting banget dweh. Yang ada gw skarang marahan sama dia. Karena menurut dia gw berlebihan, suka bongkar rahasia rumah tangga. Lhaaa...yang bilang hubungan gw sama dia bermasalah siapa? It's Complicated kan untuk menunjukan status gw yang saat ini sedang ribet karena nguber target marketing bow. Ga ada hubungan sama dia uuuhhhhh sebel sebel sebel." dan kehebohan curhat masih berlanjut.
Dipikir-pikir, hubungan sahabat ku ini justru jadi bermasalah dan sungguhan complicated dengan pasangannya karena dia mengubah statusnya menjadi "It's Complicated". Hahahahha...ada-ada saja....
(P.S. buat yang pernah curhat beginian sama gw, makasi yaaa buat idenya xixixix)
Kocaknya, kalo status hubungan tertera wajar macam : SINGLE, Engaged, In a relationship dan MARRIED, apalagi tambah dijelaskan dengan siapa hubungan tersebut dibina, rata-rata minim sekali pertanyaan want to know dari teman-teman. Tapi....kalo mendadak status hubungan berganti menjadi It's Complicated, yang ada benar-benar menjadi complicated sendiri karena jadi sibuk kudu jelasin sana sini via kolom comment tentu saja untuk pertanyaan-pertanyaan mau tau tersebut.
It's Complicated
Ngintip dari kamus Webster "complicated" dijelaskan sebagai sebuah kondisi yang sulit (difficult to analyze, understand or explain). Bisa juga disama artikan dengan COMPLEX.
Jelas aja saat status relationship di FB ato FS diubah menjadi "It's Complicated" mendadak sejuta umat bertanya: mengapa? apakah bisa dibantu? mau ngak share? heh knapa loe? baik-baik aja kan bow?
Pokoknya macem-macem deh pertanyaannya.
Ajaibnya, uda jelas-jelas artinya susah buat dianalisa, dimengerti bahkan dijelaskan namun terkadang penjelasan dari si empu status ga kalah heboh. Mulai dari penjelasan tersirat (kepingin terus dipancing dan dibahas) sampai penjelasan tersurat (gamblang dibahas panjang lebar). Lantas di mana letak complicatednya?
Relationship = Complicated
Namanya juga hubungan pasti ada suka ada duka, ada senang ada susah, ada ketawa ada tangis, ada gula ada semut *LHOOOO* I mean, yang namanya hubungan pasti ada naik turunnya. Hubungan apapun juga, mau hubungan antara anak dan ortu, hubungan atasan bawahan (bukan hubungan kemeja/kaos dengan rok/celana yaaaaa...), hubungan teman, persahabatan, pasti semuanya ada titik mudah dan ada titik sulitnya.
Tapi kenapa juga sampai option sebuah hubungan/relationship disediakan "It's Complicated"? Mungkin option ini buat jenis-jenis hubungan semacam TTM (Teman Tapi Mesra), HTS (Hubungan Tanpa Status), atau para penyandang gelar WIL/PIL? Entah lhaa....abis ga jelas juga kenapa hubungan yang kurang jelas kudu diakui lalu diposting menjadi hubungan yg complicated, membingungkan.
Ada salah seorang sahabat yang sempat mengomentari jenis status relationship yang satu ini dengan agak-agak emosional. Karena status MARRIED nya mebdadak berubah menjadi IT'S COMPLICATED, statusnya langsung dipertanyakan oleh : Pasangannya sendiri HAHHAHHA..
Lalu sahabat ku sempat menjelaskan dengan blak-blakan seperti ini :
"Emang dikira nikah mudah kali, nikah kan juga complicated. Ribet dot com, ga semudah dan segampang yang dipikir, banyak urusan yang harus ditangani, banyak peran yang harus dijalani. Kenapa siy dia (maksudnya pasangannya) musti complain gara-gara status gw diganti jadi "It's Complicated"?? Ga smuanya kan berhubungan sama dia, gw tidak sedang membahas dia kok apalagi membahas hubungan kita. Pokoknya bukan berarti saat status gw jadi complicated tandanya hubungan gw sama dia complicated. Lo paham kan maksud gw?" sahabat saya bertanya kepada saya.
Saya cuma mengangguk-angguk mencoba mencerna dan memahami CurCol nya (CurCol = Curhat Colongan).
"Urusan gw kan banyak, mulai dari urusan sekolah anak-anak, menu makan anak-anak, belom urusan rumah dan tetek bengeknya, trus urusan kantor gw, klien-klien gw, huhhhhh.......smuanya kan kadang emang complicated. Ga salah kan gw ganti status FB jadi Complicated!?" CurCol masih berlanjut dan suara masih melengking tujuh oktaf.
"Masa gitu aja dia (maksudnya pasangannya) komplain, iiihhh ga penting banget dweh. Yang ada gw skarang marahan sama dia. Karena menurut dia gw berlebihan, suka bongkar rahasia rumah tangga. Lhaaa...yang bilang hubungan gw sama dia bermasalah siapa? It's Complicated kan untuk menunjukan status gw yang saat ini sedang ribet karena nguber target marketing bow. Ga ada hubungan sama dia uuuhhhhh sebel sebel sebel." dan kehebohan curhat masih berlanjut.
Dipikir-pikir, hubungan sahabat ku ini justru jadi bermasalah dan sungguhan complicated dengan pasangannya karena dia mengubah statusnya menjadi "It's Complicated". Hahahahha...ada-ada saja....
(P.S. buat yang pernah curhat beginian sama gw, makasi yaaa buat idenya xixixix)
Tuesday, June 23, 2009
Kenapa Kamu Tidak Juara Satu?
Seorang Bunda tengah kecewa. Kecewa saat memerhatikan sederetan nilai raport sang buah hati. Jauh di dalam angan-angannya sang buah hati akan membuatnya berbunga dan berbangga karena menjadi Juara Satu di sekolah. Kecewa melihat anaknya berada di posisi belasan di kelas. Kecewa karena lagi-lagi Bunda tidak jadi bangga saat melihat raport sang buah hati. Sepanjang perjalanan menuju rumah, Bunda yang sedang menyetir mobil mencoba bertanya pada sang Buah Hati.
Bunda : "Kenapa Kamu tidak juara satu?"
Buah Hati: Karena tahun ini Ganesha yang jadi juara satu, Bunda. Tapi aku naik kelas Bunda...asikkk.
"Kenapa Kamu tidak juara satu?" Bunda tak puas dengan jawaban singkat.
"Mungkin karena aku masih senang bermain. Aku suka sekali bersepeda bersama Dana, Rio dan Mika. Mereka menyenangkan, Bunda. Aku suka bermain bersama mereka. Kadang kami tertawa sambil bersepeda jauuuhhh sekali. Kami pernah lho Bunda, bersepeda hingga ke lapangan dan melihat elang terbang. Gagah sekali Bunda, aku ingin jadi elang. Kita juga pernah rame-rame melihat sarang lebah, waaawww..aku belum pernah melihat sarang lebah sebesar itu sebelumnya. Suatu kali kami pulang kesorean, kami melihat kunang-kunang kerlap kerlip di ujung-ujung rumput. Bagus Bunda...."
Sayang bunda tidak melihat betapa lucu ekspresi buah hatinya bercerita soal elang, soal sarang lebah dan kunang-kunang. Bunda sibuk memperhatikan lalu lintas yang kian semrawut.
"Kenapa Kamu tidak juara satu?"
"Hmmm...di sekolah aku senang, Bunda. Aku memang tidak juara satu, tapi aku senang sekali bermain bola. Aku pelari tercepat saat mengejar bola. Pak Alex, guru olahraga ku yang bilang katanya aku berbakat berolah raga. Membayangkan nanti aku bisa seperti Ronaldo, keren ya Bunda."
"Kenapa Kamu tidak juara satu?"
"Tapi aku kan bisa bermain piano dengan baik, Bunda. Waktu Celia ulang tahun, aku diminta bermain piano di rumahnya. Celia suka, papa mama Celia juga suka. Aku senang Bunda. Aku senang karena semua orang senang. Semua orang senang saat aku memainkan lagu dengan iringan piano."
"Kenapa Kamu tidak juara satu?"
"Bunda, aku naik kelas tapi aku tidak tahu kenapa aku tidak juara satu. Suatu hari, jika aku juara satu...Apakah bunda mau mengajak ku berjalan-jalan naik sepeda? Apakah bunda bersedia menonton aku bermain bola? Apakah bunda mau ikut bernyanyi pada saat aku bermain piano? Bunda, aku tidak juara satu pasti karena aku senang naik sepeda, juga karena aku gemar main bola dan bisa memainkan piano.
Hening.
Hanya senandung lagu yang terdengar pelan dari radio mobil yang membuat Bunda berhenti bertanya pada sang Buah Hati.
I believe the children are our future, teach them well and let them lead the way. Show them all the beauty they posses inside. Give them a sense of pride, to make it easier..let the children laughter. Remind us how we used to be.....(The Greatest Love of All - Whitney Houston)
Bunda : "Kenapa Kamu tidak juara satu?"
Buah Hati: Karena tahun ini Ganesha yang jadi juara satu, Bunda. Tapi aku naik kelas Bunda...asikkk.
"Kenapa Kamu tidak juara satu?" Bunda tak puas dengan jawaban singkat.
"Mungkin karena aku masih senang bermain. Aku suka sekali bersepeda bersama Dana, Rio dan Mika. Mereka menyenangkan, Bunda. Aku suka bermain bersama mereka. Kadang kami tertawa sambil bersepeda jauuuhhh sekali. Kami pernah lho Bunda, bersepeda hingga ke lapangan dan melihat elang terbang. Gagah sekali Bunda, aku ingin jadi elang. Kita juga pernah rame-rame melihat sarang lebah, waaawww..aku belum pernah melihat sarang lebah sebesar itu sebelumnya. Suatu kali kami pulang kesorean, kami melihat kunang-kunang kerlap kerlip di ujung-ujung rumput. Bagus Bunda...."
Sayang bunda tidak melihat betapa lucu ekspresi buah hatinya bercerita soal elang, soal sarang lebah dan kunang-kunang. Bunda sibuk memperhatikan lalu lintas yang kian semrawut.
"Kenapa Kamu tidak juara satu?"
"Hmmm...di sekolah aku senang, Bunda. Aku memang tidak juara satu, tapi aku senang sekali bermain bola. Aku pelari tercepat saat mengejar bola. Pak Alex, guru olahraga ku yang bilang katanya aku berbakat berolah raga. Membayangkan nanti aku bisa seperti Ronaldo, keren ya Bunda."
"Kenapa Kamu tidak juara satu?"
"Tapi aku kan bisa bermain piano dengan baik, Bunda. Waktu Celia ulang tahun, aku diminta bermain piano di rumahnya. Celia suka, papa mama Celia juga suka. Aku senang Bunda. Aku senang karena semua orang senang. Semua orang senang saat aku memainkan lagu dengan iringan piano."
"Kenapa Kamu tidak juara satu?"
"Bunda, aku naik kelas tapi aku tidak tahu kenapa aku tidak juara satu. Suatu hari, jika aku juara satu...Apakah bunda mau mengajak ku berjalan-jalan naik sepeda? Apakah bunda bersedia menonton aku bermain bola? Apakah bunda mau ikut bernyanyi pada saat aku bermain piano? Bunda, aku tidak juara satu pasti karena aku senang naik sepeda, juga karena aku gemar main bola dan bisa memainkan piano.
Hening.
Hanya senandung lagu yang terdengar pelan dari radio mobil yang membuat Bunda berhenti bertanya pada sang Buah Hati.
I believe the children are our future, teach them well and let them lead the way. Show them all the beauty they posses inside. Give them a sense of pride, to make it easier..let the children laughter. Remind us how we used to be.....(The Greatest Love of All - Whitney Houston)
Monday, June 22, 2009
Jangan Mau Jadi Polusi
Polusi??? Apaan tuuuhh??
Polusi atau pencemaran lingkungan hidup adalah masuknya atau dimasukkannya mahluk hidup, zat energi, atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (sumber : UU Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No.4 tahun 1982)
Katanya suatu zat sangat berpotensial sebagai polutan (bahan yang dapat mengakibatkan polusi atau pencemaran) kalau keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap mahluk hidup, dan memenuhi persyaratan :
1. Jumlahnya melebihi jumlah normal
2. Berada pada waktu yang tidak tepat
3. Berada pada tempat yang tidak tepat
Kita (baca: Manusia) = Penyebab Polusi???
Ya iya lhaaa..karena sebagai manusia kita sudah memenuhi beberapa kriteria sebagai polutan :
satu, kita=manusia = mahluk hidup
dua, memasuki berbagai lingkungan (lingkungan hidup, lingkungan pertemanan, lingkungan pergaulan, lingkungan keluarga, lingkungan kerja DeEsBe..DeEsBe...)
justru pertanyaannya sekarang adalah :
satu, sadar ngak lingkungan berubah gara-gara kegiatan (kadang bisa juga dibaca : Ulah) kita?
dua, merasa punya andil ngak kualitas lingkungan menurun gara-gara (again) kegiatan/ulah kita?
Polusi Sosial
Ngomongin soal polusi pasti ga jauh-jauh dari polusi suara, polusi cahaya, radiasi, belum lagi panas yang smuanya masuk dalam kategori polusi terhadap ruang hidup para mahluk hidup. Lantas bagaimana dengan Polusi Sosial??
Bisa jadi saat ini kita sudah menjadi bagian dari polusi, bukan polusi alamiah tapi polusi "buatan" akibat sikap, perbuatan, ulah kita di dalam lingkungan sosial kita. Pasti semua orang pernah merasakan dikomplain atau mengeluarkan komplain dari atau terhadap seseorang/sekelompok orang. Namanya juga mahluk sosial yang gaul kesana kemari, mulai dari level keluarga, teman, bertetangga sampai kelompok kerja profesional.
Tapi brapa banyak yang berhasil menuding diri sendiri atau minimal sadar kalo dirinya sudah jadi "polusi" karena orang lain jadi kecewa, orang lain jadi sengsara, orang lain jadi menderita, orang lain jadi susah, orang lain jadi marah, orang lain jadi sedih - hanya karena sikap/perbuatan/ulah nya?
Jika mulut kita, hati kita, perbuatan kita dan pikiran kita sudah mengeluarkan "polutan" yang jumlahnya berlebihan kepada teman, sahabat, kenalan, kerabat, keluarga dan tetangga, dikeluarkan di waktu dan tempat yang tidak tepat..artinya kita sudah menjadi penyebab "Polusi" terhadap lingkungan sosial. Jika ada orang yang merasa dirugikan akibat kata, ulah, kegiatan, perbuatan dan pikiran serta sikap kita berarti kita sudah menjadi "Polusi".
Jangan Mau Jadi Polusi, lebih baik Jadilah Solusi.
Polusi atau pencemaran lingkungan hidup adalah masuknya atau dimasukkannya mahluk hidup, zat energi, atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (sumber : UU Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No.4 tahun 1982)
Katanya suatu zat sangat berpotensial sebagai polutan (bahan yang dapat mengakibatkan polusi atau pencemaran) kalau keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap mahluk hidup, dan memenuhi persyaratan :
1. Jumlahnya melebihi jumlah normal
2. Berada pada waktu yang tidak tepat
3. Berada pada tempat yang tidak tepat
Kita (baca: Manusia) = Penyebab Polusi???
Ya iya lhaaa..karena sebagai manusia kita sudah memenuhi beberapa kriteria sebagai polutan :
satu, kita=manusia = mahluk hidup
dua, memasuki berbagai lingkungan (lingkungan hidup, lingkungan pertemanan, lingkungan pergaulan, lingkungan keluarga, lingkungan kerja DeEsBe..DeEsBe...)
justru pertanyaannya sekarang adalah :
satu, sadar ngak lingkungan berubah gara-gara kegiatan (kadang bisa juga dibaca : Ulah) kita?
dua, merasa punya andil ngak kualitas lingkungan menurun gara-gara (again) kegiatan/ulah kita?
Polusi Sosial
Ngomongin soal polusi pasti ga jauh-jauh dari polusi suara, polusi cahaya, radiasi, belum lagi panas yang smuanya masuk dalam kategori polusi terhadap ruang hidup para mahluk hidup. Lantas bagaimana dengan Polusi Sosial??
Bisa jadi saat ini kita sudah menjadi bagian dari polusi, bukan polusi alamiah tapi polusi "buatan" akibat sikap, perbuatan, ulah kita di dalam lingkungan sosial kita. Pasti semua orang pernah merasakan dikomplain atau mengeluarkan komplain dari atau terhadap seseorang/sekelompok orang. Namanya juga mahluk sosial yang gaul kesana kemari, mulai dari level keluarga, teman, bertetangga sampai kelompok kerja profesional.
Tapi brapa banyak yang berhasil menuding diri sendiri atau minimal sadar kalo dirinya sudah jadi "polusi" karena orang lain jadi kecewa, orang lain jadi sengsara, orang lain jadi menderita, orang lain jadi susah, orang lain jadi marah, orang lain jadi sedih - hanya karena sikap/perbuatan/ulah nya?
Jika mulut kita, hati kita, perbuatan kita dan pikiran kita sudah mengeluarkan "polutan" yang jumlahnya berlebihan kepada teman, sahabat, kenalan, kerabat, keluarga dan tetangga, dikeluarkan di waktu dan tempat yang tidak tepat..artinya kita sudah menjadi penyebab "Polusi" terhadap lingkungan sosial. Jika ada orang yang merasa dirugikan akibat kata, ulah, kegiatan, perbuatan dan pikiran serta sikap kita berarti kita sudah menjadi "Polusi".
Jangan Mau Jadi Polusi, lebih baik Jadilah Solusi.
Wednesday, June 3, 2009
Three Wise Monkeys
Dalam satu kesempatan liburan di tanah air, saya mengunjungi pulau Dewata, Bali. Dengan segala kandungan kebudayan asli BAli yang mempesona ditambah dengan magisnya suasana pulau tersebut tak heran membuat Bali menjadi destinasi turis lokal dan global untuk datang sekedar mencicipi teriknya metahari tropis, hembusan angin yang lembab, deburan ombak yang menggoda para peselancar, deretan agenda pertunjukan seni serta suguhan makanan lokal yang menggoda, belum lagi aneka benda kerajinan yang membuat naluri membeli selalu ada tiap kali menyusuri pasar Ubud dan Sukawati.
Entah sudah berapa kali saya ke Bali, cuma saat ini saya sedang memandangi salah satu cenderamata yang pernah saya bawa dari Bali, The Island of god yaitu sebuah patung berukiran tiga ekor monyet. Masing-masing menutupi telinga, mulut dan mata. Awal membeli karena tergerak oleh keunikan semata. Rasanya ga ke bali, kalo ga beli sesuatu yang agak nyeni dari sana.
Sampai akhirnya saya tau bahwa ketiga monyet ini memiliki kandungan filsafat yang sangat tinggi. Dari hasil google-ing (salah satu kegiatan manusia modern yang melek internet), di temukan dari http://en.wikipedia.org/wiki/Three_wise_monkeys ternyata ketiga monyet itu di kenal dengan sebutan The Three Wise Monkeys yang memiliki kandungan nilai luhur "see no evil, hear no evil, speak no evil".
Berasal dari akar kebudayaan dan kepercayaan masyarakat Jepang, kepercayaan Koshin dan juga ajaran Tao China serta pengaruh dari Shinto, The Three Wise Monkeys menjadi simbol sikap yang perlu dianut oleh seseorang. Rupanya ketiga monyet ini memiliki nama, yang pertama Mizaru, yang menutupi matanya (who sees no evil); kedua, Kikazaru, yang menutupi telinganya (who hears no evil); dan yang ketiga Iwazaru, yang menutupi mulutnya (who speaks no evil).
Jujur saja setelah mengetahui kandungan nilai filsafat dari sosok patung mungil di hadapan saya ini, sempat berpikir betapa indahnya hidup jika memang kita tidak melihat, mendengar dan berbicara hal-hal yang buruk, hal-hal yang keji, hal-hal yang negatif. Sebuah gambaran ideal yang jadi dambaan semua mahluk di atas bumi.
Tapi pada saat kaki menjejak tanah dan menyadari carut marut yang terjadi di atas muka bumi dan melanda semua mahluk di atasnya, kok yaaa patung ini lebih cocok menjadi pajangan saja. Kehilangan esensi dan nilai luhurnya. Atau mungkin kita masih memiliki celah untuk bersikap luhur di tengah carut marut dunia persilatan manusia modern? Kalo melihat kebusukan, yah menutup mata supaya visi positif dan keindahan tidak terganggu. Kalo mendengar kasak kusuk yang keji, mending menutup telinga daripada memancing hasrat untuk memperpanjang berita kemana-mana, menjadi corong keburukan. Kalo sampai mau memuntahkan kata-kata jahanam, lekas-lekas insaf untuk menutup mulut agar tidak memperkeruh keadaan. Hmmm...masih bisa diterapkan rupanya. Belajar sedikit dari filsafat patung monyet supaya bisa menghindar dari desakan-desakan yang akan membuat kisruh keadaan.
Tiba-tiba ada pikiran iseng yang berkelebat, lhaaa bisa aja kan orang yang mengikuti falsafah ketiga monyet ini di cap sebagai orang yang cuek bebek, orang yang EGP-an (baca: EGP=Emang Gue Pikirin)?? Orang yang menutup mata dari fakta dan kenyataan, orang yang mengunci mulut untuk kebenaran dan orang yang menutup telinga dari hal-hal yang baik?
Akhirnya, lagi-lagi kita memiliki alasan untuk melencengkan situasi damai dan filosofi luhur para pemikir-pemikir jaman dulu. Kenapa siy kehidupan smakin cerdas, smakin canggih dan smakin modern malah jadinya semakin mencari celah untuk membolak balik keluhuran?
Entah sudah berapa kali saya ke Bali, cuma saat ini saya sedang memandangi salah satu cenderamata yang pernah saya bawa dari Bali, The Island of god yaitu sebuah patung berukiran tiga ekor monyet. Masing-masing menutupi telinga, mulut dan mata. Awal membeli karena tergerak oleh keunikan semata. Rasanya ga ke bali, kalo ga beli sesuatu yang agak nyeni dari sana.
Sampai akhirnya saya tau bahwa ketiga monyet ini memiliki kandungan filsafat yang sangat tinggi. Dari hasil google-ing (salah satu kegiatan manusia modern yang melek internet), di temukan dari http://en.wikipedia.org/wiki/Three_wise_monkeys ternyata ketiga monyet itu di kenal dengan sebutan The Three Wise Monkeys yang memiliki kandungan nilai luhur "see no evil, hear no evil, speak no evil".
Berasal dari akar kebudayaan dan kepercayaan masyarakat Jepang, kepercayaan Koshin dan juga ajaran Tao China serta pengaruh dari Shinto, The Three Wise Monkeys menjadi simbol sikap yang perlu dianut oleh seseorang. Rupanya ketiga monyet ini memiliki nama, yang pertama Mizaru, yang menutupi matanya (who sees no evil); kedua, Kikazaru, yang menutupi telinganya (who hears no evil); dan yang ketiga Iwazaru, yang menutupi mulutnya (who speaks no evil).
Jujur saja setelah mengetahui kandungan nilai filsafat dari sosok patung mungil di hadapan saya ini, sempat berpikir betapa indahnya hidup jika memang kita tidak melihat, mendengar dan berbicara hal-hal yang buruk, hal-hal yang keji, hal-hal yang negatif. Sebuah gambaran ideal yang jadi dambaan semua mahluk di atas bumi.
Tapi pada saat kaki menjejak tanah dan menyadari carut marut yang terjadi di atas muka bumi dan melanda semua mahluk di atasnya, kok yaaa patung ini lebih cocok menjadi pajangan saja. Kehilangan esensi dan nilai luhurnya. Atau mungkin kita masih memiliki celah untuk bersikap luhur di tengah carut marut dunia persilatan manusia modern? Kalo melihat kebusukan, yah menutup mata supaya visi positif dan keindahan tidak terganggu. Kalo mendengar kasak kusuk yang keji, mending menutup telinga daripada memancing hasrat untuk memperpanjang berita kemana-mana, menjadi corong keburukan. Kalo sampai mau memuntahkan kata-kata jahanam, lekas-lekas insaf untuk menutup mulut agar tidak memperkeruh keadaan. Hmmm...masih bisa diterapkan rupanya. Belajar sedikit dari filsafat patung monyet supaya bisa menghindar dari desakan-desakan yang akan membuat kisruh keadaan.
Tiba-tiba ada pikiran iseng yang berkelebat, lhaaa bisa aja kan orang yang mengikuti falsafah ketiga monyet ini di cap sebagai orang yang cuek bebek, orang yang EGP-an (baca: EGP=Emang Gue Pikirin)?? Orang yang menutup mata dari fakta dan kenyataan, orang yang mengunci mulut untuk kebenaran dan orang yang menutup telinga dari hal-hal yang baik?
Akhirnya, lagi-lagi kita memiliki alasan untuk melencengkan situasi damai dan filosofi luhur para pemikir-pemikir jaman dulu. Kenapa siy kehidupan smakin cerdas, smakin canggih dan smakin modern malah jadinya semakin mencari celah untuk membolak balik keluhuran?
Wednesday, May 6, 2009
Belanja : Penting VS Ga Penting
Aku baru sadar betapa banyaknya benda-benda tampil seorang wanita, ini akibat hobby belanja : belanja rutin, belanja dadakan, belanja asal-asalan dan belanja lupa diri hihihhihi...
Sayangnya kesadaran saya muncul last minute banget, bukan saat berbelanja sedang dilakukan (soale pas belanja pura-pura amnesia) tapi pada saat packing pindahan ku lakukan beberapa waktu lalu.
Mempersiapkan kepindahan ke benua lain di belahan bumi nun jauh di sana dari garis khatulistiwa jelas bukan perkara mudah. Dan ini ga ada hubungan dengan kesiapan mental spiritual apalagi kesiapan fisik. Menyusul my soulmate sudah jadi keinginan sejak kapan tau dan sudah siap lahir batin pastinya.
Justru yang ga siap adalah pas harus membuat kategori PENTING ato GA PENTING terhadap isi lemari dan sgala benda-benda yang dimiliki.....
Bayangkan saja, smua harta benda dan hasil shopping penting vs hasil shopping ga penting harus melewati seleksi ketat untuk masuk ke 4 koper besar. can you imagine??? baju, tas n sepatu (males lhaa ngitung brapa jumlahnya) PLUS aneka benda2 lucu nan kiyut harus benar-benar direlakan untuk dievaluasi dan siap-siap dieliminasi huhuhuhuhu GA RELAAAAA......
Ketidakrelaannya karena sadar bagaimana perjuangan mendapatkan benda-benda itu dan bagaimana benda-benda itu membuat sentuhan tersendiri dalam hidup ku sehari-hari (lebay...) tapi suka ga suka, rela ga rela, tega ga tega....kudu diseleksi. Tujuh kali tujuh sama dengan empat sembilan, stuju ga stuju kudu dibereskan...TIDAAAAAKKKK
YAaaahhh..ini lah dilematis nya jadi perempuan, suka punya keterikatan duniawi yang super ga penting sama benda-bendanya. Jujur aja, membayangkan bakal meninggalkan beberapa tas dan beberapa sepatu...beraaaaaaatttttt banget. Karena, isi lemari perempuan itu saling kait mengkait dalam harmoni antara tiga kelompok benda utama itu. Baju biasanya matching sama tas dan matching sama sepatu, kalo baju dan tas di bawa, tapi sepatu ditinggal : kok ada yang kurang. Tapi kalo tas dan sepatu di bawa, baju ditinggal : duuuuhhh masa kudu beli baju baru lageee seeeeehhh.....BINGUUUNGGGGG....DILEMMMAAAA
Setelah melewati masa pergulatan batin yang hebat slama sebulan lebih, akhirnya.....satu lemari sepatu dan 2 lemari pakaian uda berhasil di seleksi, masuk ngepas di 4 koper..smua tertata manis dan cantik. Tapi dengan hati pemilik tetap ajah tersayat-sayat sedih mellow yellow....
Nah dari pengalaman "rohani" mengenai blanja dan shopping akhirnya aku mengalami "pencerahan" super penting dan yang pasti super cerah menyilaukan : bahwa shopping wanita kadang emang dilakukan sangat ngak penting dengan menggunakan emosi, dan baru agak penting saat dilakukan dengan menggunakan rasio n akal sehat.
Pokoke mulai skarang, no more blanja ga penting...soale perasaan kudu iklas melepaskan sgala benda kepunyaan ternyata ga mudah.
Sayangnya kesadaran saya muncul last minute banget, bukan saat berbelanja sedang dilakukan (soale pas belanja pura-pura amnesia) tapi pada saat packing pindahan ku lakukan beberapa waktu lalu.
Mempersiapkan kepindahan ke benua lain di belahan bumi nun jauh di sana dari garis khatulistiwa jelas bukan perkara mudah. Dan ini ga ada hubungan dengan kesiapan mental spiritual apalagi kesiapan fisik. Menyusul my soulmate sudah jadi keinginan sejak kapan tau dan sudah siap lahir batin pastinya.
Justru yang ga siap adalah pas harus membuat kategori PENTING ato GA PENTING terhadap isi lemari dan sgala benda-benda yang dimiliki.....
Bayangkan saja, smua harta benda dan hasil shopping penting vs hasil shopping ga penting harus melewati seleksi ketat untuk masuk ke 4 koper besar. can you imagine??? baju, tas n sepatu (males lhaa ngitung brapa jumlahnya) PLUS aneka benda2 lucu nan kiyut harus benar-benar direlakan untuk dievaluasi dan siap-siap dieliminasi huhuhuhuhu GA RELAAAAA......
Ketidakrelaannya karena sadar bagaimana perjuangan mendapatkan benda-benda itu dan bagaimana benda-benda itu membuat sentuhan tersendiri dalam hidup ku sehari-hari (lebay...) tapi suka ga suka, rela ga rela, tega ga tega....kudu diseleksi. Tujuh kali tujuh sama dengan empat sembilan, stuju ga stuju kudu dibereskan...TIDAAAAAKKKK
YAaaahhh..ini lah dilematis nya jadi perempuan, suka punya keterikatan duniawi yang super ga penting sama benda-bendanya. Jujur aja, membayangkan bakal meninggalkan beberapa tas dan beberapa sepatu...beraaaaaaatttttt banget. Karena, isi lemari perempuan itu saling kait mengkait dalam harmoni antara tiga kelompok benda utama itu. Baju biasanya matching sama tas dan matching sama sepatu, kalo baju dan tas di bawa, tapi sepatu ditinggal : kok ada yang kurang. Tapi kalo tas dan sepatu di bawa, baju ditinggal : duuuuhhh masa kudu beli baju baru lageee seeeeehhh.....BINGUUUNGGGGG....DILEMMMAAAA
Setelah melewati masa pergulatan batin yang hebat slama sebulan lebih, akhirnya.....satu lemari sepatu dan 2 lemari pakaian uda berhasil di seleksi, masuk ngepas di 4 koper..smua tertata manis dan cantik. Tapi dengan hati pemilik tetap ajah tersayat-sayat sedih mellow yellow....
Nah dari pengalaman "rohani" mengenai blanja dan shopping akhirnya aku mengalami "pencerahan" super penting dan yang pasti super cerah menyilaukan : bahwa shopping wanita kadang emang dilakukan sangat ngak penting dengan menggunakan emosi, dan baru agak penting saat dilakukan dengan menggunakan rasio n akal sehat.
Pokoke mulai skarang, no more blanja ga penting...soale perasaan kudu iklas melepaskan sgala benda kepunyaan ternyata ga mudah.
Wednesday, March 18, 2009
My Fave Lyrics
I heard this song since in Junior High. I didn't know what's the meaning of the lyrics until I had my own experience to understand
I've Never Been To Me
( Charlene )
Hey lady, you lady, cursing at your life
You're a discontented mother and a regimented wife
I've no doubt you dream about the things you'll never do
But, I wish someone had talked to me
Like I wanna talk to you.....
Oh, I've been to Georgia and California and anywhere I could run
I took the hand of a preacher man and we made love in the sun
But I ran out of places and friendly faces because I had to be free
I've been to paradise but I've never been to me
Please lady, please lady, don't just walk away'
Cause I have this need to tell you why I'm all alone today
I can see so much of me still living in your eyes
Won't you share a part of a weary heart that has lived million lies....
Oh, I've been to Niece and the Isle of Greece while I've sipped champagne on a yacht
I've moved like Harlow in Monte Carlo and showed 'em what I've got
I've been undressed by kings and I've seen some things that a woman ain't supposed to see
I've been to paradise, but I've never been to me
[spoken]
Hey, you know what paradise is?
It's a lie, a fantasy we create about people and places as we'd like them to be
But you know what truth is?
It's that little baby you're holding, it's that man you fought with this morning
The same one you're going to make love with tonight
That's truth, that's love......
Sometimes I've been to crying for unborn children that might have made me complete
But I took the sweet life, I never knew I'd be bitter from the sweet
I've spent my life exploring the subtle whoring that costs too much to be free
Hey lady......I've been to paradise, (I've been to paradise) But I've never been to me
(I've been to Georgia and California, and anywhere I could run)
I've been to paradise, never been to me
(I've been to Neice and the isle of Greece while I've sipped champagne on a yacht)
I've been to paradise, never been to me(I've been to cryin' for unborn children that might have made me complete)
I've been to paradise, never been to me(I've been to Georgia and California, and anywhere I could run) I've been to paradise, never been to me
I've Never Been To Me
( Charlene )
Hey lady, you lady, cursing at your life
You're a discontented mother and a regimented wife
I've no doubt you dream about the things you'll never do
But, I wish someone had talked to me
Like I wanna talk to you.....
Oh, I've been to Georgia and California and anywhere I could run
I took the hand of a preacher man and we made love in the sun
But I ran out of places and friendly faces because I had to be free
I've been to paradise but I've never been to me
Please lady, please lady, don't just walk away'
Cause I have this need to tell you why I'm all alone today
I can see so much of me still living in your eyes
Won't you share a part of a weary heart that has lived million lies....
Oh, I've been to Niece and the Isle of Greece while I've sipped champagne on a yacht
I've moved like Harlow in Monte Carlo and showed 'em what I've got
I've been undressed by kings and I've seen some things that a woman ain't supposed to see
I've been to paradise, but I've never been to me
[spoken]
Hey, you know what paradise is?
It's a lie, a fantasy we create about people and places as we'd like them to be
But you know what truth is?
It's that little baby you're holding, it's that man you fought with this morning
The same one you're going to make love with tonight
That's truth, that's love......
Sometimes I've been to crying for unborn children that might have made me complete
But I took the sweet life, I never knew I'd be bitter from the sweet
I've spent my life exploring the subtle whoring that costs too much to be free
Hey lady......I've been to paradise, (I've been to paradise) But I've never been to me
(I've been to Georgia and California, and anywhere I could run)
I've been to paradise, never been to me
(I've been to Neice and the isle of Greece while I've sipped champagne on a yacht)
I've been to paradise, never been to me(I've been to cryin' for unborn children that might have made me complete)
I've been to paradise, never been to me(I've been to Georgia and California, and anywhere I could run) I've been to paradise, never been to me
Saturday, March 14, 2009
Berdua VS. Sendiri
Berdua lebih baik daripada seorang diri...karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya. (Pengkotbah 4 : 9-10)
Kutipan di atas di ambil dari Kitab Perjanjian Lama, dan kutipan ini ku temukan dari book mark dari pasangan suami istri yang menjadi saksi pernikahan dalam Holy Matrimony kami belum lama ini.
Aku kepincut sama kutipan ini, dan mencoba merenungkan maknanya buat diri ku dan hubungan ku sama spouse yang baru seumur kecambah....
Berdua lebih baik dari seorang diri
Sebaris kalimat pendek, sedikit kata namun sarat makna. Siapa yang berani menolak dan tidak mau mengakui kebenaran dari pernyataan dalam buku suci?
Kala seorang diri, ada rasa memiliki yang sangat besar terhadap diri sendiri, ada rasa sombong yang menggunung yang jejeritan "Apa sih yang ngak gw bisa?" "Apa sih yang ngak gw punya?". Sgalanya berjalan sesuai kehendak dan perencanaan diri. Sgalanya hanya mengenai aku, aku dan aku...
Saat tidak lagi sendiri, jujur saja ada rasa yang hilang. Ternyata kesendirian suka membuat kangen, sgala sesuatu yang bebas terjadi saat sendiri menjadi barang langka saat tidak lagi sendiri. Sgala sesuatu yang menjadi hak istimewa seorang yang sendiri tak lagi ada. Sgala yang menjadi simbol liberty seorang jomblo, kini hanya menjadi sebuah miniatur cantik dalam lemari kaca.
Setelah sadar bahwa kini telah berdua, (mungkin) memang lebih baik. Biarkan waktu yang mengajarkan sgala kebaikan tersebut. Aku hanya menyiapkan diri menjadi good student yang rela belajar sepanjang hidupnya demi chapter baru dalam kehidupannya. Chapter kisah "sendiri" kini sudah tamat, yang ada Chapter kisah "berdua" yang baru dimulai untuk dijalani dalam waktu yang tidak terbatas.
Hal baik setelah berdua adalah "keinginan" untuk senantiasa berbagi, "kemauan" untuk menyesuaikan diri dan "kemampuan" untuk menerima. Keinginan, Kemauan dan Kemampuan ini ibarat tiga mata kuliah khusus yang harus diusahakan jangan sampai dapat nilai merah, supaya bisa lulus dengan baik. Ibarat sekolah, konsep berdua kadang begitu mudah untuk dipelajari namun ada juga bagian yang sangat sulit dipelajari.
Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya
Setelah berdua, kami adalah "teman" : teman jalan-jalan, teman makan, teman tidur, teman berdebat, teman tertawa, teman menangis, teman curhat, teman nonton, teman ngopi. Pokoknya kami ini sekarang sudah menjadi teman...TEMAN HIDUP.
Sebagai teman, tentu teman yang satu akan membantu temannya yang lain. Teman tidak akan meninggalkan saat teman lainnya sedang berduka. Teman akan ikutan tertawa, saat teman yang satunya sedang berada dalam puncak kebahagiaan. Teman akan saling mendoakan kesehatan, keselamatan dan kesuksesan buat temannya. Teman...tidak akan membiarkan temannya jatuh..apalagi terluka, sakit dan kecewa.
Dari aneka perenungan yang terjadi saat ini, aku cuma berharap smoga hubungan kami berdua senantiasa bertumbuh menghadap matahari dan tanaman cinta ini slalu ada di atas tanah subur...di ladang Allah..Ameen.
Kutipan di atas di ambil dari Kitab Perjanjian Lama, dan kutipan ini ku temukan dari book mark dari pasangan suami istri yang menjadi saksi pernikahan dalam Holy Matrimony kami belum lama ini.
Aku kepincut sama kutipan ini, dan mencoba merenungkan maknanya buat diri ku dan hubungan ku sama spouse yang baru seumur kecambah....
Berdua lebih baik dari seorang diri
Sebaris kalimat pendek, sedikit kata namun sarat makna. Siapa yang berani menolak dan tidak mau mengakui kebenaran dari pernyataan dalam buku suci?
Kala seorang diri, ada rasa memiliki yang sangat besar terhadap diri sendiri, ada rasa sombong yang menggunung yang jejeritan "Apa sih yang ngak gw bisa?" "Apa sih yang ngak gw punya?". Sgalanya berjalan sesuai kehendak dan perencanaan diri. Sgalanya hanya mengenai aku, aku dan aku...
Saat tidak lagi sendiri, jujur saja ada rasa yang hilang. Ternyata kesendirian suka membuat kangen, sgala sesuatu yang bebas terjadi saat sendiri menjadi barang langka saat tidak lagi sendiri. Sgala sesuatu yang menjadi hak istimewa seorang yang sendiri tak lagi ada. Sgala yang menjadi simbol liberty seorang jomblo, kini hanya menjadi sebuah miniatur cantik dalam lemari kaca.
Setelah sadar bahwa kini telah berdua, (mungkin) memang lebih baik. Biarkan waktu yang mengajarkan sgala kebaikan tersebut. Aku hanya menyiapkan diri menjadi good student yang rela belajar sepanjang hidupnya demi chapter baru dalam kehidupannya. Chapter kisah "sendiri" kini sudah tamat, yang ada Chapter kisah "berdua" yang baru dimulai untuk dijalani dalam waktu yang tidak terbatas.
Hal baik setelah berdua adalah "keinginan" untuk senantiasa berbagi, "kemauan" untuk menyesuaikan diri dan "kemampuan" untuk menerima. Keinginan, Kemauan dan Kemampuan ini ibarat tiga mata kuliah khusus yang harus diusahakan jangan sampai dapat nilai merah, supaya bisa lulus dengan baik. Ibarat sekolah, konsep berdua kadang begitu mudah untuk dipelajari namun ada juga bagian yang sangat sulit dipelajari.
Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya
Setelah berdua, kami adalah "teman" : teman jalan-jalan, teman makan, teman tidur, teman berdebat, teman tertawa, teman menangis, teman curhat, teman nonton, teman ngopi. Pokoknya kami ini sekarang sudah menjadi teman...TEMAN HIDUP.
Sebagai teman, tentu teman yang satu akan membantu temannya yang lain. Teman tidak akan meninggalkan saat teman lainnya sedang berduka. Teman akan ikutan tertawa, saat teman yang satunya sedang berada dalam puncak kebahagiaan. Teman akan saling mendoakan kesehatan, keselamatan dan kesuksesan buat temannya. Teman...tidak akan membiarkan temannya jatuh..apalagi terluka, sakit dan kecewa.
Dari aneka perenungan yang terjadi saat ini, aku cuma berharap smoga hubungan kami berdua senantiasa bertumbuh menghadap matahari dan tanaman cinta ini slalu ada di atas tanah subur...di ladang Allah..Ameen.
Ngopi
Kalo denger kata "ngopi" langsung kepikiran gaya seorang lelaki separo baya sarungan dan pake singlet sambil duduk ngelonjor santai di atas bale-bale trus si bapak nyeruput cairan hitam pekat dari gelas belimbing. Terkadang suka nyeruput cairan tersebut dari piring kecil yang jadi tatakan gelas, sambil niup-niup bentar menghilangkan rasa panas. Bukan cuma itu ajah, aktivitas sruput-sruput ditambah sama gaya ngisep sebatang kretek sambil memandang jauh ke depan dengan tatapan kosong. Ga jelas natap apa, entah lagi mikirin apa...tapi yang pasti gaya si bapak ngopi sedaaaaapppp abeeessss......
Saat menulis potongan kisah pendek ini, saya juga sedang ngopi. Sendirian. Di kamar. Depan layar. Sambil nungguin suami bangun dari hibernasinya. Sbenernya, kopi ini saya buatkan untuk suami tersayang, cuma berhubung rayuan secangkir kopi ga ampuh ngebangunin doi pas sabtu-sabtu ginii...ya udah..mending kopinya saya yang garap hehehehhe....nanti kalo doi bangun dibuatin secangkir baru yang masih ngebul....
Balik lagi ke soal ngopi niy....
Sejak menjamurnya cafe dan aneka tempat ngopi (rata-rata franchise asing) di Jakarta, rasa-rasanya konsep ngopi uda jaauuuhhhh beda dari gaya si bapak di atas. Gimana tidak?? Berdasarkan pengalaman pribadi ni yee...buat ritual ngopi ajah, kudu usaha menghampiri tempat ngopi (macam starbuck, coffee bean ato gloria jeans), janjian dengan teman-teman se gank (males kaleee ndirian), bawa aneka gadget (buat nyari gratisan wi-fi) dan yang pasti dan ga bisa di tawar..ngerogoh kocek yang lumayan buat nenggak segelas besar caramel macchiato andalan. Soal kalori, lupakan...ato pura-pura lupa selagi ngopi...
Sebelnya, tabiat metropolis soal nyeruput kopi ini..kadang bikin addict. Bukan kopinya yang bikin addict, ngumpul-ngumpul sama cuci matanya yang bikin addict. Kalo buat kopi nya ajah siy, banyak solusi...beli aja se box kopi sachet dan taro di dapam lemari dapur ato laci kantor...beresss. Tapi esensi ngopi haree genee yah bukan skedar kedemenan ngopi, kudu ngopi berkali-kali sehari...tapi kopi uda jadi social habit dan social drink.
Saya jadi mendadak geli sendiri mengingat gaya-gaya diri saya sendiri yang lebay (baca : lebih) kalo mulai addict ngopi. Saya share aja yah cuplikan isi sms undangan ngopi ke beberapa sahabat :
"Hai Jeung lagi ngapain? Ngupi-ngupi yukk."
"yukk maree....sapa aja bow..."
"Biasa anak-anak aja kita kasitau smua. CC ya bow jam 6 kita jumpaan di sana."
"ocree..CU mak"
Sesuai lokasi, posisi dan waktu yang disetujui berkumpullah segerombolan sahabat sehabis jam kantor untuk chit chat di perhelatan "ngupi-ngupi". Trus?? apakah beneran pada ngupi?? halahhhh...enggak juga ahahhahahah kadang "ngupi-ngupi" cuma jadi istilah ajah, kenyataannya siy kadang aneka hidangan F&B di atas meja mostly non coffee wahahahah...
opppsss...uda jam brapa niy?? halaahhhh suami baru melek dan nyamber kopi dingin yang tinggal separo dalam cangkir...separonya uda diseruput istrinya yang sibuk ngetik blog hahahaha...sampe lupa kudu siapin secangkir kopi hangat, cabcus dulu yah boww.....
Saat menulis potongan kisah pendek ini, saya juga sedang ngopi. Sendirian. Di kamar. Depan layar. Sambil nungguin suami bangun dari hibernasinya. Sbenernya, kopi ini saya buatkan untuk suami tersayang, cuma berhubung rayuan secangkir kopi ga ampuh ngebangunin doi pas sabtu-sabtu ginii...ya udah..mending kopinya saya yang garap hehehehhe....nanti kalo doi bangun dibuatin secangkir baru yang masih ngebul....
Balik lagi ke soal ngopi niy....
Sejak menjamurnya cafe dan aneka tempat ngopi (rata-rata franchise asing) di Jakarta, rasa-rasanya konsep ngopi uda jaauuuhhhh beda dari gaya si bapak di atas. Gimana tidak?? Berdasarkan pengalaman pribadi ni yee...buat ritual ngopi ajah, kudu usaha menghampiri tempat ngopi (macam starbuck, coffee bean ato gloria jeans), janjian dengan teman-teman se gank (males kaleee ndirian), bawa aneka gadget (buat nyari gratisan wi-fi) dan yang pasti dan ga bisa di tawar..ngerogoh kocek yang lumayan buat nenggak segelas besar caramel macchiato andalan. Soal kalori, lupakan...ato pura-pura lupa selagi ngopi...
Sebelnya, tabiat metropolis soal nyeruput kopi ini..kadang bikin addict. Bukan kopinya yang bikin addict, ngumpul-ngumpul sama cuci matanya yang bikin addict. Kalo buat kopi nya ajah siy, banyak solusi...beli aja se box kopi sachet dan taro di dapam lemari dapur ato laci kantor...beresss. Tapi esensi ngopi haree genee yah bukan skedar kedemenan ngopi, kudu ngopi berkali-kali sehari...tapi kopi uda jadi social habit dan social drink.
Saya jadi mendadak geli sendiri mengingat gaya-gaya diri saya sendiri yang lebay (baca : lebih) kalo mulai addict ngopi. Saya share aja yah cuplikan isi sms undangan ngopi ke beberapa sahabat :
"Hai Jeung lagi ngapain? Ngupi-ngupi yukk."
"yukk maree....sapa aja bow..."
"Biasa anak-anak aja kita kasitau smua. CC ya bow jam 6 kita jumpaan di sana."
"ocree..CU mak"
Sesuai lokasi, posisi dan waktu yang disetujui berkumpullah segerombolan sahabat sehabis jam kantor untuk chit chat di perhelatan "ngupi-ngupi". Trus?? apakah beneran pada ngupi?? halahhhh...enggak juga ahahhahahah kadang "ngupi-ngupi" cuma jadi istilah ajah, kenyataannya siy kadang aneka hidangan F&B di atas meja mostly non coffee wahahahah...
opppsss...uda jam brapa niy?? halaahhhh suami baru melek dan nyamber kopi dingin yang tinggal separo dalam cangkir...separonya uda diseruput istrinya yang sibuk ngetik blog hahahaha...sampe lupa kudu siapin secangkir kopi hangat, cabcus dulu yah boww.....
Friday, March 13, 2009
Liburan Liat Lampu
Menurut saya, karya apik dalam kehidupan manusia adalah penemuan lampu oleh Thomas Alva Edison, the inventor..thanks to you Sir...
Dalam sebuah perjalanan mengasyikan ke Disneyland HK mengawali tahun 2009 di bulan Januari, saya di buat terpukau dengan gemerlap lampu di Istana Princess sebelum pagelaran kembang api spektakuler yang paling ditunggu dan jadi penutup kunjungan seharian ke negeri dongeng Disney saat itu.
Bayangkan saja panggung besar dengan latar belakang istana megah para princess andalan Disney bagai disirami cahaya kerlap kerlip aneka warna dari lampu-lampu yang menutupi sekujur istana. Mulut ini cuma bisa berujar "WOW....it's gorgeous..."
Dari dulu saya ini penikmat light view dari atas gedung-gedung tinggi Jakarta, sedap skali memandangi alam di kala malam di mana kerlap kerlip lampu kota dan mobil-mobil antri dari ketinggian puluhan meter di atas tanah. Jika ada di tengah kemacetan ibukota di malam hari jadi BT, tapi kalo memandang macet dari atas gedung kok jadinya bagus ya hahahah
In my wishful thinking, smoga suatu hari saya memiliki sebuah rumah di lembah pegunungan di mana saya bisa memandang dari pelataran rumah sinar kecil2 lampu perkotaan dari kejauhan di kala malam. Bisa berbaring di atas rerumputan menikmati angin malam sambil menatap ribuan bintang di langit jernih.
Balik lagi yuk ke crita kunjungan sehari saya ke Disneyland, nah foto satunya lagi itu suasana jalan utama yang kiri kanannya dipenuhi toko-toko merchandise lucu (yang kalo ga nahan-nahan diri bisa ngebungkus aneka benda kiyuuuttttt karakter Disney). Uhhhh ramenya jalan utama yang di jam-jam tertentu ada parade khas Disney (yang waktu saya pergi siy, temanya adalah Christmas...nah tahun sebelumnya karena pergi ke tempat yang sama di bulan Oktober, tema paradenya Halloween...lucu deyyy)
Liyat ga latar belakang christmas tree yang kinclong abesss sama lampu? Keren yaa....niru-niru pohon natal besar di NYC. Ditambah suasana HK yang sedang sejuk cenderung dingin (belasan derajat celcius kayaknya), hiruk pikuk orang di sekitar yang jumlahnya ribuan menambah ceria dan hangat suasana berlibur di tanah Disney. Oh ya, sebelum lupa....di sepanjang jalan utama ada alat membuat snow buatan yang membuat hujan snow yang seruuuuuuu banget.
Sebagai orang asia yang boro-boro pernah liat snow (slain dari freezer kulkas) sensasinya jelas luar biasa....
Smoga tahun depan dan tahun-tahun selanjutnya masih bisa memiliki liburan ato wisata liat lampu...
Karena Engkau Wanita.....
....Sampai suatu saat aku berpikir, "knapa aku dijadikan sebagai wanita?"
Bukanlah sekali-sekalinya pertanyaan di atas 'pop-up' di dalam kepala ku. Karena wanita (menurut ku saat pertanyaan ini terlontar) sangat fragile dan membutuhkan aneka pernak pernik untuk membuatnya menjadi berarti. Kagum ku pada kaum lelaki yang kelihatan gagah, bisa melakukan apapun tambah membuat ku merasa (saat itu lhoo) bahwa wanita penuh dengan ketidakbebasan....
Lantas ku mulai menjalani hari ku.....peran ku dan takdir ku sebagai seorang wanita
Kelemahan vs. Kekuatan
Seringkali AIR MATA dijadikan simbol kelemahan seorang wanita, aih knapa dunia begitu sirik membuat statement norak seperti itu. Sebagai lulusan A2 (jurusan biologi saat SMA dulu), jelas-jelas di buku dibahas bahwa air mata itu berguna untuk melembabkan mata-sang organ vital dan menjadi salah satu panca indera penting seorang manusia. Jadi kasian banget orang-orang yang ogah nangis gara-gara takut diledek perempuan cengeng. Justru wanita manusia adalah manusia yang matanya sehat karena lembab selalu dan ga membutuhan tetes air mata buatan.
Ngomong-ngomong soal air mata-berdasarkan pengalaman pribadi-tidak pernah air mata ku keluar akibat aku adalah wanita lemah. Justru air mata ku mengalir deras saat-saat ada moment hidup yang indah : saat kelulusan ku, saat mimpi-mimpi ku yang menjadi nyata, saat mengingat sahabat-sahabatnya, saat penuh syukur berdoa pada Allah nya, saat merasa dirinya berada dalam kasih sayang orang-orang yang mencintainya, saat mau bobo (tiap nguap lebar akibat ngantuk pasti air mata keluar deras) dan terakhir pada saat aku menikah....
Ngak bohong deh sbagai wanita ada masa-masa jumpalitan dan brasa ada di dasar lautan kehidupan, tapi ya itulah hidup (Kata michael jackson it's black and white....). Tapi dengan tidak membiarkan diri terpuruk dan membuat orang punya kewajiban mengasihaninya, ku rasa itu sudah menandakan seorang wanita memiliki kekuatan.
Saat lagi bahagia...yah tertawalah. Saat lagi enggak bahagia..yah silakan nangis secukupnya. Life goes on, dear....kalo sekarang kelabu santai ajah, nanti juga ada rainbow. Pokoke do your best ladies, and let GOD will do the rest.
Unik = Wanita
Dipikir-pikir jadi wanita bole lha kita somse alias sombong, gimana tidak....wanita is soooooo unique. Dari soal lekuk body, ga ada yg ngalah-ngalahin indahnya organ luar seorang wanita. Banggalah jadi wanita, karena body kita disirikin kaum pria (ga smuanya siy) yang kepingin banget jadi wanita trus usaha berat untuk operasi plastik, operasi kelamin, operasi pita suara, suntik hormon dll.
Tapi sorry coy..mungkin tampilan luar wanita bisa diimitasi alias ditiru (hidung kami, mulut kami, suara kami, otot kami, tonjolan kami, rambut kami dll .....tapi ada yang luhur dari kaum kami yang tidak bisa ditiru habis-habisan. Karena milik kami begitu luhur, begitu sacret, begitu indah.....adalah kemampuan kami mengandung serta merawat bayi-bayi kami di dalam keunikan ruang kehidupan mungil di dalam diri kami, kaum wanita.
Itu baru keunikan kodrati dari sisi fisik. Ada keunikan lain yang berupa sifat-sifat khas seorang wanita (yang ini juga susah ditiru apalagi ditiru di meja operasi), adalah manusia multi tasking yang serta heboh melakukan banyak hal dalam waktu yang bersamaan. Hebatnya, walau dilakukan secara serentak..tapi ngak ada yang ngaco lho....
Contoh : kita-para wanita ini-bisa lho sambil ngiris bawang, telponan sama sahabat buat janjian nge-mall dan sambil nonton E-entertainment di TV yang smuanya dilakukan di atas treadmill (hihihi ini siy keunikan yang dikarang-karang...)
Kebebasan adalah hak segala umat (termasuk wanita)
Setelah mengalami banyak hal, kahirnya ku putuskan bahwa seorang wanita ternyata adalah manusia yang penuh dengan kebebasan, mau bukti?
1. bebas memilih pekerjaan yang disenangi dan dikuasai
2. bebas menentukan mau jadi wanita happy ato wanita pathetic
3. bebas mau belajar nyopir mobil, motor, bahkan pesawat
4. bebas bisa melakukan aneka olahraga, ga cuma aerobik ajah
5. bebas memutuskan tahun ini mau berlibur kmana
6. bebas memutuskan apakah mau lanjut kuliah S2, S3 ato jadi professor
7. bebas mau bisa masak ato ngak (jangan kayak orang susah...bisa delivery/beli)
8. bebas mau jadi cewe gaul yang update ato jadi cewe cupu bin culun
9. bebas mau belajar apa ajah (balet, lukis, harpa ato cara2 jadi hacker ehheheh)
10. bebas mau merokok, mabok ato narkoba (asal brani nanggung resiko n jangan nangis bombay pas sengsara buat pilihan TOLOL nya heheheh)
kebebasan lainnya masih ada sampe nomor sejuta kaleeee, cuma daripada ditulisin mending dijalanin ajah kebebasan-kebebasan itu. UUD'45 ajah bilang kemerdekaan itu adalah hak sgala bangsa, jadi jangan marasa di jajah sok-sok ngak punya kebebasan. Ato jangan mendadak jadi wanita penjajah buat kaum lain, karena (again) "kemerdekaan itu adalah hak sgala bangsa"
Nakal sedikit aaahhh....
Aku paling sebel sama celetukan gini " eh..eh...dia kan perempuan nakal.." Aiiiiihhhhh jij rumpi bener seeeehhhh. Slama doyan dan demen sama kenakalan wanita, wahai para kaum lawan jenis ato kaum sejenis yang sirik jangan coba-coba jadi penggossip moral dey...hareeee geneeee....
Bayangkan bow....Kalo wanita ngak nakal sama suaminya sendiri gimana? bisa-bisa para suami histeria menderita lalu garuk-garuk tembok...
Nakal silakan, asal ngak lebay. Nakal bole, asal brani nanggung resiko. Nakal di halalkan, slama sama spouse sendiri hihihih
Happiness....it's in you mind babe
Banyak skali orang merasa kebahagiannya dikarenakan orang lain ato karena sesuatu, SALAH BESAR. Kebahagiaan yah dari diri sendiri, tepatnya dari isi kepala. Jangan skali-skali bilang diri mu tidak bahagia, buruwan knock on wood daripada beneran jadi kenyatan. Bahkan Gober Bebek yang punya gudang duit merasa was-was melulu and ga bahagia, see....liyat kan duit n harta bukan sumber bahagia (walau hidup juga perlu duit). Smuanya tergantung dari cara pandang dan apa yang ada di dalam isi kepala.
Walau jadi wanita tajir bin kaya raya, tapi curigaan kelas berat bahwa sekelilingnya adalah orang jahat dan pencuri, dapet salammmm ajahhhh.....ga bakalan brasa bahagia.
Walau jadi wanita cantik, tapi brasa kekurangan melulu secara fisik dan sibuk treatment dan operasi sana sini sekujur body mana bahagia??? *ngak sakit jeung, body disilet2 dan ditusuk2 jarum mulu*
Walau jadi wanita yang punya setumpuk ijazah dan sertifikat, tapi masih sibuk khawatir dan ga bahagia soal masa depan bakal suram yaaahhhh ampyuuunnnn.....itu ijazah2 menunjukan tingkatan ilmu mu, hayuuu di aplikasikan atuhhhh...jadikan sesuatu yang berarti, walau cuma jadi gadis pembuat tempe-walau keliatan sederhana-tapi ga smua orang bisa buat tempe.
Dont underestimate yourself ladies...we are beautiful, we are powerful, we are blessful
.....Sampai di sini aku dengan penuh rasa syukur berujar, "terimakasih Allah..karena menjadikan aku seorang wanita..."
Tuesday, February 3, 2009
All I Ask of You
ME -with my likes and dislikes- so much in love with Phantom of The Opera. Wish I could attend the play someday...hopefully it's in Broadway..
This is the best part of the play, the most beautiful lyrics between Raoul and his lady, Christine. They sing together All I Ask of You beautifully. If you're in love, you'll understand what is the meaning of their conversation. It comes from the hearts, the hearts are full of love. And the love is MAGIC.
Phantom of The Opera is one of the most beautiful love stories I've known...
RAOUL
No more talk of darkness,Forget thesewide-eyed fears
I'm here, nothing can harm you -my words will warm and calm you
Let me be your freedom,let daylight dry your tears
I'm here, with you, beside you, to guard youand to guide you . . .
CHRISTINE
Say you love me every waking moment, turn my head with talk of summertime . . .
Say you need me with you, now and always . . .
promise me that all you say is true -that's all I ask of you . .
RAOUL
Let me beyour shelter,let me be your light
You're safe:No-one will find you, your fears are far behind you . . .
CHRISTINE
All I want is freedom, a world with no more night . . .
and you always beside me to hold me and to hide me . . .
RAOUL
Then say you'll share with me one love, one lifetime . . .
Let me lead you from your solitude . . .
Say you need me with you here, beside you . . .
anywhere you go, let me go too - that's all I askof you . . .
CHRISTINE
Say you'll share with me one love, one lifetime . . .
say the word and I will follow you . .
BOTH
Share each day with me, each night, each morning . . .
CHRISTINE
Say you love me . . .
RAOUL
You know I do . . .
BOTH
Love me -that's all I askof you . . .(They kiss)
Anywhere you go let me go too . . .
Love me -that's all I askof you . .(CHRISTINE starts from her reverie)
CHRISTINE
I must go -they'll wonder where I am . . .wait for me, Raoul!
RAOUL
Christine, I love you!
CHRISTINE
Order your fine horses!
Be with them at the door!
RAOUL
And soon you'll be beside me!
CHRISTINE
You'll guard me, and you'll guide me . . .
(They hurry off. The PHANTOM emerges from behind the statue)
This is the best part of the play, the most beautiful lyrics between Raoul and his lady, Christine. They sing together All I Ask of You beautifully. If you're in love, you'll understand what is the meaning of their conversation. It comes from the hearts, the hearts are full of love. And the love is MAGIC.
Phantom of The Opera is one of the most beautiful love stories I've known...
RAOUL
No more talk of darkness,Forget thesewide-eyed fears
I'm here, nothing can harm you -my words will warm and calm you
Let me be your freedom,let daylight dry your tears
I'm here, with you, beside you, to guard youand to guide you . . .
CHRISTINE
Say you love me every waking moment, turn my head with talk of summertime . . .
Say you need me with you, now and always . . .
promise me that all you say is true -that's all I ask of you . .
RAOUL
Let me beyour shelter,let me be your light
You're safe:No-one will find you, your fears are far behind you . . .
CHRISTINE
All I want is freedom, a world with no more night . . .
and you always beside me to hold me and to hide me . . .
RAOUL
Then say you'll share with me one love, one lifetime . . .
Let me lead you from your solitude . . .
Say you need me with you here, beside you . . .
anywhere you go, let me go too - that's all I askof you . . .
CHRISTINE
Say you'll share with me one love, one lifetime . . .
say the word and I will follow you . .
BOTH
Share each day with me, each night, each morning . . .
CHRISTINE
Say you love me . . .
RAOUL
You know I do . . .
BOTH
Love me -that's all I askof you . . .(They kiss)
Anywhere you go let me go too . . .
Love me -that's all I askof you . .(CHRISTINE starts from her reverie)
CHRISTINE
I must go -they'll wonder where I am . . .wait for me, Raoul!
RAOUL
Christine, I love you!
CHRISTINE
Order your fine horses!
Be with them at the door!
RAOUL
And soon you'll be beside me!
CHRISTINE
You'll guard me, and you'll guide me . . .
(They hurry off. The PHANTOM emerges from behind the statue)
Subscribe to:
Posts (Atom)