Polusi??? Apaan tuuuhh??
Polusi atau pencemaran lingkungan hidup adalah masuknya atau dimasukkannya mahluk hidup, zat energi, atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (sumber : UU Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No.4 tahun 1982)
Katanya suatu zat sangat berpotensial sebagai polutan (bahan yang dapat mengakibatkan polusi atau pencemaran) kalau keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap mahluk hidup, dan memenuhi persyaratan :
1. Jumlahnya melebihi jumlah normal
2. Berada pada waktu yang tidak tepat
3. Berada pada tempat yang tidak tepat
Kita (baca: Manusia) = Penyebab Polusi???
Ya iya lhaaa..karena sebagai manusia kita sudah memenuhi beberapa kriteria sebagai polutan :
satu, kita=manusia = mahluk hidup
dua, memasuki berbagai lingkungan (lingkungan hidup, lingkungan pertemanan, lingkungan pergaulan, lingkungan keluarga, lingkungan kerja DeEsBe..DeEsBe...)
justru pertanyaannya sekarang adalah :
satu, sadar ngak lingkungan berubah gara-gara kegiatan (kadang bisa juga dibaca : Ulah) kita?
dua, merasa punya andil ngak kualitas lingkungan menurun gara-gara (again) kegiatan/ulah kita?
Polusi Sosial
Ngomongin soal polusi pasti ga jauh-jauh dari polusi suara, polusi cahaya, radiasi, belum lagi panas yang smuanya masuk dalam kategori polusi terhadap ruang hidup para mahluk hidup. Lantas bagaimana dengan Polusi Sosial??
Bisa jadi saat ini kita sudah menjadi bagian dari polusi, bukan polusi alamiah tapi polusi "buatan" akibat sikap, perbuatan, ulah kita di dalam lingkungan sosial kita. Pasti semua orang pernah merasakan dikomplain atau mengeluarkan komplain dari atau terhadap seseorang/sekelompok orang. Namanya juga mahluk sosial yang gaul kesana kemari, mulai dari level keluarga, teman, bertetangga sampai kelompok kerja profesional.
Tapi brapa banyak yang berhasil menuding diri sendiri atau minimal sadar kalo dirinya sudah jadi "polusi" karena orang lain jadi kecewa, orang lain jadi sengsara, orang lain jadi menderita, orang lain jadi susah, orang lain jadi marah, orang lain jadi sedih - hanya karena sikap/perbuatan/ulah nya?
Jika mulut kita, hati kita, perbuatan kita dan pikiran kita sudah mengeluarkan "polutan" yang jumlahnya berlebihan kepada teman, sahabat, kenalan, kerabat, keluarga dan tetangga, dikeluarkan di waktu dan tempat yang tidak tepat..artinya kita sudah menjadi penyebab "Polusi" terhadap lingkungan sosial. Jika ada orang yang merasa dirugikan akibat kata, ulah, kegiatan, perbuatan dan pikiran serta sikap kita berarti kita sudah menjadi "Polusi".
Jangan Mau Jadi Polusi, lebih baik Jadilah Solusi.
No comments:
Post a Comment