Wednesday, May 6, 2009

Belanja : Penting VS Ga Penting

Aku baru sadar betapa banyaknya benda-benda tampil seorang wanita, ini akibat hobby belanja : belanja rutin, belanja dadakan, belanja asal-asalan dan belanja lupa diri hihihhihi...
Sayangnya kesadaran saya muncul last minute banget, bukan saat berbelanja sedang dilakukan (soale pas belanja pura-pura amnesia) tapi pada saat packing pindahan ku lakukan beberapa waktu lalu.

Mempersiapkan kepindahan ke benua lain di belahan bumi nun jauh di sana dari garis khatulistiwa jelas bukan perkara mudah. Dan ini ga ada hubungan dengan kesiapan mental spiritual apalagi kesiapan fisik. Menyusul my soulmate sudah jadi keinginan sejak kapan tau dan sudah siap lahir batin pastinya.

Justru yang ga siap adalah pas harus membuat kategori PENTING ato GA PENTING terhadap isi lemari dan sgala benda-benda yang dimiliki.....

Bayangkan saja, smua harta benda dan hasil shopping penting vs hasil shopping ga penting harus melewati seleksi ketat untuk masuk ke 4 koper besar. can you imagine??? baju, tas n sepatu (males lhaa ngitung brapa jumlahnya) PLUS aneka benda2 lucu nan kiyut harus benar-benar direlakan untuk dievaluasi dan siap-siap dieliminasi huhuhuhuhu GA RELAAAAA......

Ketidakrelaannya karena sadar bagaimana perjuangan mendapatkan benda-benda itu dan bagaimana benda-benda itu membuat sentuhan tersendiri dalam hidup ku sehari-hari (lebay...) tapi suka ga suka, rela ga rela, tega ga tega....kudu diseleksi. Tujuh kali tujuh sama dengan empat sembilan, stuju ga stuju kudu dibereskan...TIDAAAAAKKKK

YAaaahhh..ini lah dilematis nya jadi perempuan, suka punya keterikatan duniawi yang super ga penting sama benda-bendanya. Jujur aja, membayangkan bakal meninggalkan beberapa tas dan beberapa sepatu...beraaaaaaatttttt banget. Karena, isi lemari perempuan itu saling kait mengkait dalam harmoni antara tiga kelompok benda utama itu. Baju biasanya matching sama tas dan matching sama sepatu, kalo baju dan tas di bawa, tapi sepatu ditinggal : kok ada yang kurang. Tapi kalo tas dan sepatu di bawa, baju ditinggal : duuuuhhh masa kudu beli baju baru lageee seeeeehhh.....BINGUUUNGGGGG....DILEMMMAAAA

Setelah melewati masa pergulatan batin yang hebat slama sebulan lebih, akhirnya.....satu lemari sepatu dan 2 lemari pakaian uda berhasil di seleksi, masuk ngepas di 4 koper..smua tertata manis dan cantik. Tapi dengan hati pemilik tetap ajah tersayat-sayat sedih mellow yellow....

Nah dari pengalaman "rohani" mengenai blanja dan shopping akhirnya aku mengalami "pencerahan" super penting dan yang pasti super cerah menyilaukan : bahwa shopping wanita kadang emang dilakukan sangat ngak penting dengan menggunakan emosi, dan baru agak penting saat dilakukan dengan menggunakan rasio n akal sehat.

Pokoke mulai skarang, no more blanja ga penting...soale perasaan kudu iklas melepaskan sgala benda kepunyaan ternyata ga mudah.