Saturday, March 14, 2009

Berdua VS. Sendiri

Berdua lebih baik daripada seorang diri...karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya. (Pengkotbah 4 : 9-10)

Kutipan di atas di ambil dari Kitab Perjanjian Lama, dan kutipan ini ku temukan dari book mark dari pasangan suami istri yang menjadi saksi pernikahan dalam Holy Matrimony kami belum lama ini.

Aku kepincut sama kutipan ini, dan mencoba merenungkan maknanya buat diri ku dan hubungan ku sama spouse yang baru seumur kecambah....

Berdua lebih baik dari seorang diri

Sebaris kalimat pendek, sedikit kata namun sarat makna. Siapa yang berani menolak dan tidak mau mengakui kebenaran dari pernyataan dalam buku suci?

Kala seorang diri, ada rasa memiliki yang sangat besar terhadap diri sendiri, ada rasa sombong yang menggunung yang jejeritan "Apa sih yang ngak gw bisa?" "Apa sih yang ngak gw punya?". Sgalanya berjalan sesuai kehendak dan perencanaan diri. Sgalanya hanya mengenai aku, aku dan aku...

Saat tidak lagi sendiri, jujur saja ada rasa yang hilang. Ternyata kesendirian suka membuat kangen, sgala sesuatu yang bebas terjadi saat sendiri menjadi barang langka saat tidak lagi sendiri. Sgala sesuatu yang menjadi hak istimewa seorang yang sendiri tak lagi ada. Sgala yang menjadi simbol liberty seorang jomblo, kini hanya menjadi sebuah miniatur cantik dalam lemari kaca.

Setelah sadar bahwa kini telah berdua, (mungkin) memang lebih baik. Biarkan waktu yang mengajarkan sgala kebaikan tersebut. Aku hanya menyiapkan diri menjadi good student yang rela belajar sepanjang hidupnya demi chapter baru dalam kehidupannya. Chapter kisah "sendiri" kini sudah tamat, yang ada Chapter kisah "berdua" yang baru dimulai untuk dijalani dalam waktu yang tidak terbatas.

Hal baik setelah berdua adalah "keinginan" untuk senantiasa berbagi, "kemauan" untuk menyesuaikan diri dan "kemampuan" untuk menerima. Keinginan, Kemauan dan Kemampuan ini ibarat tiga mata kuliah khusus yang harus diusahakan jangan sampai dapat nilai merah, supaya bisa lulus dengan baik. Ibarat sekolah, konsep berdua kadang begitu mudah untuk dipelajari namun ada juga bagian yang sangat sulit dipelajari.

Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya

Setelah berdua, kami adalah "teman" : teman jalan-jalan, teman makan, teman tidur, teman berdebat, teman tertawa, teman menangis, teman curhat, teman nonton, teman ngopi. Pokoknya kami ini sekarang sudah menjadi teman...TEMAN HIDUP.

Sebagai teman, tentu teman yang satu akan membantu temannya yang lain. Teman tidak akan meninggalkan saat teman lainnya sedang berduka. Teman akan ikutan tertawa, saat teman yang satunya sedang berada dalam puncak kebahagiaan. Teman akan saling mendoakan kesehatan, keselamatan dan kesuksesan buat temannya. Teman...tidak akan membiarkan temannya jatuh..apalagi terluka, sakit dan kecewa.

Dari aneka perenungan yang terjadi saat ini, aku cuma berharap smoga hubungan kami berdua senantiasa bertumbuh menghadap matahari dan tanaman cinta ini slalu ada di atas tanah subur...di ladang Allah..Ameen.

No comments: