I heard this song since in Junior High. I didn't know what's the meaning of the lyrics until I had my own experience to understand
I've Never Been To Me
( Charlene )
Hey lady, you lady, cursing at your life
You're a discontented mother and a regimented wife
I've no doubt you dream about the things you'll never do
But, I wish someone had talked to me
Like I wanna talk to you.....
Oh, I've been to Georgia and California and anywhere I could run
I took the hand of a preacher man and we made love in the sun
But I ran out of places and friendly faces because I had to be free
I've been to paradise but I've never been to me
Please lady, please lady, don't just walk away'
Cause I have this need to tell you why I'm all alone today
I can see so much of me still living in your eyes
Won't you share a part of a weary heart that has lived million lies....
Oh, I've been to Niece and the Isle of Greece while I've sipped champagne on a yacht
I've moved like Harlow in Monte Carlo and showed 'em what I've got
I've been undressed by kings and I've seen some things that a woman ain't supposed to see
I've been to paradise, but I've never been to me
[spoken]
Hey, you know what paradise is?
It's a lie, a fantasy we create about people and places as we'd like them to be
But you know what truth is?
It's that little baby you're holding, it's that man you fought with this morning
The same one you're going to make love with tonight
That's truth, that's love......
Sometimes I've been to crying for unborn children that might have made me complete
But I took the sweet life, I never knew I'd be bitter from the sweet
I've spent my life exploring the subtle whoring that costs too much to be free
Hey lady......I've been to paradise, (I've been to paradise) But I've never been to me
(I've been to Georgia and California, and anywhere I could run)
I've been to paradise, never been to me
(I've been to Neice and the isle of Greece while I've sipped champagne on a yacht)
I've been to paradise, never been to me(I've been to cryin' for unborn children that might have made me complete)
I've been to paradise, never been to me(I've been to Georgia and California, and anywhere I could run) I've been to paradise, never been to me
Wednesday, March 18, 2009
Saturday, March 14, 2009
Berdua VS. Sendiri
Berdua lebih baik daripada seorang diri...karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya. (Pengkotbah 4 : 9-10)
Kutipan di atas di ambil dari Kitab Perjanjian Lama, dan kutipan ini ku temukan dari book mark dari pasangan suami istri yang menjadi saksi pernikahan dalam Holy Matrimony kami belum lama ini.
Aku kepincut sama kutipan ini, dan mencoba merenungkan maknanya buat diri ku dan hubungan ku sama spouse yang baru seumur kecambah....
Berdua lebih baik dari seorang diri
Sebaris kalimat pendek, sedikit kata namun sarat makna. Siapa yang berani menolak dan tidak mau mengakui kebenaran dari pernyataan dalam buku suci?
Kala seorang diri, ada rasa memiliki yang sangat besar terhadap diri sendiri, ada rasa sombong yang menggunung yang jejeritan "Apa sih yang ngak gw bisa?" "Apa sih yang ngak gw punya?". Sgalanya berjalan sesuai kehendak dan perencanaan diri. Sgalanya hanya mengenai aku, aku dan aku...
Saat tidak lagi sendiri, jujur saja ada rasa yang hilang. Ternyata kesendirian suka membuat kangen, sgala sesuatu yang bebas terjadi saat sendiri menjadi barang langka saat tidak lagi sendiri. Sgala sesuatu yang menjadi hak istimewa seorang yang sendiri tak lagi ada. Sgala yang menjadi simbol liberty seorang jomblo, kini hanya menjadi sebuah miniatur cantik dalam lemari kaca.
Setelah sadar bahwa kini telah berdua, (mungkin) memang lebih baik. Biarkan waktu yang mengajarkan sgala kebaikan tersebut. Aku hanya menyiapkan diri menjadi good student yang rela belajar sepanjang hidupnya demi chapter baru dalam kehidupannya. Chapter kisah "sendiri" kini sudah tamat, yang ada Chapter kisah "berdua" yang baru dimulai untuk dijalani dalam waktu yang tidak terbatas.
Hal baik setelah berdua adalah "keinginan" untuk senantiasa berbagi, "kemauan" untuk menyesuaikan diri dan "kemampuan" untuk menerima. Keinginan, Kemauan dan Kemampuan ini ibarat tiga mata kuliah khusus yang harus diusahakan jangan sampai dapat nilai merah, supaya bisa lulus dengan baik. Ibarat sekolah, konsep berdua kadang begitu mudah untuk dipelajari namun ada juga bagian yang sangat sulit dipelajari.
Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya
Setelah berdua, kami adalah "teman" : teman jalan-jalan, teman makan, teman tidur, teman berdebat, teman tertawa, teman menangis, teman curhat, teman nonton, teman ngopi. Pokoknya kami ini sekarang sudah menjadi teman...TEMAN HIDUP.
Sebagai teman, tentu teman yang satu akan membantu temannya yang lain. Teman tidak akan meninggalkan saat teman lainnya sedang berduka. Teman akan ikutan tertawa, saat teman yang satunya sedang berada dalam puncak kebahagiaan. Teman akan saling mendoakan kesehatan, keselamatan dan kesuksesan buat temannya. Teman...tidak akan membiarkan temannya jatuh..apalagi terluka, sakit dan kecewa.
Dari aneka perenungan yang terjadi saat ini, aku cuma berharap smoga hubungan kami berdua senantiasa bertumbuh menghadap matahari dan tanaman cinta ini slalu ada di atas tanah subur...di ladang Allah..Ameen.
Kutipan di atas di ambil dari Kitab Perjanjian Lama, dan kutipan ini ku temukan dari book mark dari pasangan suami istri yang menjadi saksi pernikahan dalam Holy Matrimony kami belum lama ini.
Aku kepincut sama kutipan ini, dan mencoba merenungkan maknanya buat diri ku dan hubungan ku sama spouse yang baru seumur kecambah....
Berdua lebih baik dari seorang diri
Sebaris kalimat pendek, sedikit kata namun sarat makna. Siapa yang berani menolak dan tidak mau mengakui kebenaran dari pernyataan dalam buku suci?
Kala seorang diri, ada rasa memiliki yang sangat besar terhadap diri sendiri, ada rasa sombong yang menggunung yang jejeritan "Apa sih yang ngak gw bisa?" "Apa sih yang ngak gw punya?". Sgalanya berjalan sesuai kehendak dan perencanaan diri. Sgalanya hanya mengenai aku, aku dan aku...
Saat tidak lagi sendiri, jujur saja ada rasa yang hilang. Ternyata kesendirian suka membuat kangen, sgala sesuatu yang bebas terjadi saat sendiri menjadi barang langka saat tidak lagi sendiri. Sgala sesuatu yang menjadi hak istimewa seorang yang sendiri tak lagi ada. Sgala yang menjadi simbol liberty seorang jomblo, kini hanya menjadi sebuah miniatur cantik dalam lemari kaca.
Setelah sadar bahwa kini telah berdua, (mungkin) memang lebih baik. Biarkan waktu yang mengajarkan sgala kebaikan tersebut. Aku hanya menyiapkan diri menjadi good student yang rela belajar sepanjang hidupnya demi chapter baru dalam kehidupannya. Chapter kisah "sendiri" kini sudah tamat, yang ada Chapter kisah "berdua" yang baru dimulai untuk dijalani dalam waktu yang tidak terbatas.
Hal baik setelah berdua adalah "keinginan" untuk senantiasa berbagi, "kemauan" untuk menyesuaikan diri dan "kemampuan" untuk menerima. Keinginan, Kemauan dan Kemampuan ini ibarat tiga mata kuliah khusus yang harus diusahakan jangan sampai dapat nilai merah, supaya bisa lulus dengan baik. Ibarat sekolah, konsep berdua kadang begitu mudah untuk dipelajari namun ada juga bagian yang sangat sulit dipelajari.
Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya
Setelah berdua, kami adalah "teman" : teman jalan-jalan, teman makan, teman tidur, teman berdebat, teman tertawa, teman menangis, teman curhat, teman nonton, teman ngopi. Pokoknya kami ini sekarang sudah menjadi teman...TEMAN HIDUP.
Sebagai teman, tentu teman yang satu akan membantu temannya yang lain. Teman tidak akan meninggalkan saat teman lainnya sedang berduka. Teman akan ikutan tertawa, saat teman yang satunya sedang berada dalam puncak kebahagiaan. Teman akan saling mendoakan kesehatan, keselamatan dan kesuksesan buat temannya. Teman...tidak akan membiarkan temannya jatuh..apalagi terluka, sakit dan kecewa.
Dari aneka perenungan yang terjadi saat ini, aku cuma berharap smoga hubungan kami berdua senantiasa bertumbuh menghadap matahari dan tanaman cinta ini slalu ada di atas tanah subur...di ladang Allah..Ameen.
Ngopi
Kalo denger kata "ngopi" langsung kepikiran gaya seorang lelaki separo baya sarungan dan pake singlet sambil duduk ngelonjor santai di atas bale-bale trus si bapak nyeruput cairan hitam pekat dari gelas belimbing. Terkadang suka nyeruput cairan tersebut dari piring kecil yang jadi tatakan gelas, sambil niup-niup bentar menghilangkan rasa panas. Bukan cuma itu ajah, aktivitas sruput-sruput ditambah sama gaya ngisep sebatang kretek sambil memandang jauh ke depan dengan tatapan kosong. Ga jelas natap apa, entah lagi mikirin apa...tapi yang pasti gaya si bapak ngopi sedaaaaapppp abeeessss......
Saat menulis potongan kisah pendek ini, saya juga sedang ngopi. Sendirian. Di kamar. Depan layar. Sambil nungguin suami bangun dari hibernasinya. Sbenernya, kopi ini saya buatkan untuk suami tersayang, cuma berhubung rayuan secangkir kopi ga ampuh ngebangunin doi pas sabtu-sabtu ginii...ya udah..mending kopinya saya yang garap hehehehhe....nanti kalo doi bangun dibuatin secangkir baru yang masih ngebul....
Balik lagi ke soal ngopi niy....
Sejak menjamurnya cafe dan aneka tempat ngopi (rata-rata franchise asing) di Jakarta, rasa-rasanya konsep ngopi uda jaauuuhhhh beda dari gaya si bapak di atas. Gimana tidak?? Berdasarkan pengalaman pribadi ni yee...buat ritual ngopi ajah, kudu usaha menghampiri tempat ngopi (macam starbuck, coffee bean ato gloria jeans), janjian dengan teman-teman se gank (males kaleee ndirian), bawa aneka gadget (buat nyari gratisan wi-fi) dan yang pasti dan ga bisa di tawar..ngerogoh kocek yang lumayan buat nenggak segelas besar caramel macchiato andalan. Soal kalori, lupakan...ato pura-pura lupa selagi ngopi...
Sebelnya, tabiat metropolis soal nyeruput kopi ini..kadang bikin addict. Bukan kopinya yang bikin addict, ngumpul-ngumpul sama cuci matanya yang bikin addict. Kalo buat kopi nya ajah siy, banyak solusi...beli aja se box kopi sachet dan taro di dapam lemari dapur ato laci kantor...beresss. Tapi esensi ngopi haree genee yah bukan skedar kedemenan ngopi, kudu ngopi berkali-kali sehari...tapi kopi uda jadi social habit dan social drink.
Saya jadi mendadak geli sendiri mengingat gaya-gaya diri saya sendiri yang lebay (baca : lebih) kalo mulai addict ngopi. Saya share aja yah cuplikan isi sms undangan ngopi ke beberapa sahabat :
"Hai Jeung lagi ngapain? Ngupi-ngupi yukk."
"yukk maree....sapa aja bow..."
"Biasa anak-anak aja kita kasitau smua. CC ya bow jam 6 kita jumpaan di sana."
"ocree..CU mak"
Sesuai lokasi, posisi dan waktu yang disetujui berkumpullah segerombolan sahabat sehabis jam kantor untuk chit chat di perhelatan "ngupi-ngupi". Trus?? apakah beneran pada ngupi?? halahhhh...enggak juga ahahhahahah kadang "ngupi-ngupi" cuma jadi istilah ajah, kenyataannya siy kadang aneka hidangan F&B di atas meja mostly non coffee wahahahah...
opppsss...uda jam brapa niy?? halaahhhh suami baru melek dan nyamber kopi dingin yang tinggal separo dalam cangkir...separonya uda diseruput istrinya yang sibuk ngetik blog hahahaha...sampe lupa kudu siapin secangkir kopi hangat, cabcus dulu yah boww.....
Saat menulis potongan kisah pendek ini, saya juga sedang ngopi. Sendirian. Di kamar. Depan layar. Sambil nungguin suami bangun dari hibernasinya. Sbenernya, kopi ini saya buatkan untuk suami tersayang, cuma berhubung rayuan secangkir kopi ga ampuh ngebangunin doi pas sabtu-sabtu ginii...ya udah..mending kopinya saya yang garap hehehehhe....nanti kalo doi bangun dibuatin secangkir baru yang masih ngebul....
Balik lagi ke soal ngopi niy....
Sejak menjamurnya cafe dan aneka tempat ngopi (rata-rata franchise asing) di Jakarta, rasa-rasanya konsep ngopi uda jaauuuhhhh beda dari gaya si bapak di atas. Gimana tidak?? Berdasarkan pengalaman pribadi ni yee...buat ritual ngopi ajah, kudu usaha menghampiri tempat ngopi (macam starbuck, coffee bean ato gloria jeans), janjian dengan teman-teman se gank (males kaleee ndirian), bawa aneka gadget (buat nyari gratisan wi-fi) dan yang pasti dan ga bisa di tawar..ngerogoh kocek yang lumayan buat nenggak segelas besar caramel macchiato andalan. Soal kalori, lupakan...ato pura-pura lupa selagi ngopi...
Sebelnya, tabiat metropolis soal nyeruput kopi ini..kadang bikin addict. Bukan kopinya yang bikin addict, ngumpul-ngumpul sama cuci matanya yang bikin addict. Kalo buat kopi nya ajah siy, banyak solusi...beli aja se box kopi sachet dan taro di dapam lemari dapur ato laci kantor...beresss. Tapi esensi ngopi haree genee yah bukan skedar kedemenan ngopi, kudu ngopi berkali-kali sehari...tapi kopi uda jadi social habit dan social drink.
Saya jadi mendadak geli sendiri mengingat gaya-gaya diri saya sendiri yang lebay (baca : lebih) kalo mulai addict ngopi. Saya share aja yah cuplikan isi sms undangan ngopi ke beberapa sahabat :
"Hai Jeung lagi ngapain? Ngupi-ngupi yukk."
"yukk maree....sapa aja bow..."
"Biasa anak-anak aja kita kasitau smua. CC ya bow jam 6 kita jumpaan di sana."
"ocree..CU mak"
Sesuai lokasi, posisi dan waktu yang disetujui berkumpullah segerombolan sahabat sehabis jam kantor untuk chit chat di perhelatan "ngupi-ngupi". Trus?? apakah beneran pada ngupi?? halahhhh...enggak juga ahahhahahah kadang "ngupi-ngupi" cuma jadi istilah ajah, kenyataannya siy kadang aneka hidangan F&B di atas meja mostly non coffee wahahahah...
opppsss...uda jam brapa niy?? halaahhhh suami baru melek dan nyamber kopi dingin yang tinggal separo dalam cangkir...separonya uda diseruput istrinya yang sibuk ngetik blog hahahaha...sampe lupa kudu siapin secangkir kopi hangat, cabcus dulu yah boww.....
Friday, March 13, 2009
Liburan Liat Lampu
Menurut saya, karya apik dalam kehidupan manusia adalah penemuan lampu oleh Thomas Alva Edison, the inventor..thanks to you Sir...
Dalam sebuah perjalanan mengasyikan ke Disneyland HK mengawali tahun 2009 di bulan Januari, saya di buat terpukau dengan gemerlap lampu di Istana Princess sebelum pagelaran kembang api spektakuler yang paling ditunggu dan jadi penutup kunjungan seharian ke negeri dongeng Disney saat itu.
Bayangkan saja panggung besar dengan latar belakang istana megah para princess andalan Disney bagai disirami cahaya kerlap kerlip aneka warna dari lampu-lampu yang menutupi sekujur istana. Mulut ini cuma bisa berujar "WOW....it's gorgeous..."
Dari dulu saya ini penikmat light view dari atas gedung-gedung tinggi Jakarta, sedap skali memandangi alam di kala malam di mana kerlap kerlip lampu kota dan mobil-mobil antri dari ketinggian puluhan meter di atas tanah. Jika ada di tengah kemacetan ibukota di malam hari jadi BT, tapi kalo memandang macet dari atas gedung kok jadinya bagus ya hahahah
In my wishful thinking, smoga suatu hari saya memiliki sebuah rumah di lembah pegunungan di mana saya bisa memandang dari pelataran rumah sinar kecil2 lampu perkotaan dari kejauhan di kala malam. Bisa berbaring di atas rerumputan menikmati angin malam sambil menatap ribuan bintang di langit jernih.
Balik lagi yuk ke crita kunjungan sehari saya ke Disneyland, nah foto satunya lagi itu suasana jalan utama yang kiri kanannya dipenuhi toko-toko merchandise lucu (yang kalo ga nahan-nahan diri bisa ngebungkus aneka benda kiyuuuttttt karakter Disney). Uhhhh ramenya jalan utama yang di jam-jam tertentu ada parade khas Disney (yang waktu saya pergi siy, temanya adalah Christmas...nah tahun sebelumnya karena pergi ke tempat yang sama di bulan Oktober, tema paradenya Halloween...lucu deyyy)
Liyat ga latar belakang christmas tree yang kinclong abesss sama lampu? Keren yaa....niru-niru pohon natal besar di NYC. Ditambah suasana HK yang sedang sejuk cenderung dingin (belasan derajat celcius kayaknya), hiruk pikuk orang di sekitar yang jumlahnya ribuan menambah ceria dan hangat suasana berlibur di tanah Disney. Oh ya, sebelum lupa....di sepanjang jalan utama ada alat membuat snow buatan yang membuat hujan snow yang seruuuuuuu banget.
Sebagai orang asia yang boro-boro pernah liat snow (slain dari freezer kulkas) sensasinya jelas luar biasa....
Smoga tahun depan dan tahun-tahun selanjutnya masih bisa memiliki liburan ato wisata liat lampu...
Karena Engkau Wanita.....
....Sampai suatu saat aku berpikir, "knapa aku dijadikan sebagai wanita?"
Bukanlah sekali-sekalinya pertanyaan di atas 'pop-up' di dalam kepala ku. Karena wanita (menurut ku saat pertanyaan ini terlontar) sangat fragile dan membutuhkan aneka pernak pernik untuk membuatnya menjadi berarti. Kagum ku pada kaum lelaki yang kelihatan gagah, bisa melakukan apapun tambah membuat ku merasa (saat itu lhoo) bahwa wanita penuh dengan ketidakbebasan....
Lantas ku mulai menjalani hari ku.....peran ku dan takdir ku sebagai seorang wanita
Kelemahan vs. Kekuatan
Seringkali AIR MATA dijadikan simbol kelemahan seorang wanita, aih knapa dunia begitu sirik membuat statement norak seperti itu. Sebagai lulusan A2 (jurusan biologi saat SMA dulu), jelas-jelas di buku dibahas bahwa air mata itu berguna untuk melembabkan mata-sang organ vital dan menjadi salah satu panca indera penting seorang manusia. Jadi kasian banget orang-orang yang ogah nangis gara-gara takut diledek perempuan cengeng. Justru wanita manusia adalah manusia yang matanya sehat karena lembab selalu dan ga membutuhan tetes air mata buatan.
Ngomong-ngomong soal air mata-berdasarkan pengalaman pribadi-tidak pernah air mata ku keluar akibat aku adalah wanita lemah. Justru air mata ku mengalir deras saat-saat ada moment hidup yang indah : saat kelulusan ku, saat mimpi-mimpi ku yang menjadi nyata, saat mengingat sahabat-sahabatnya, saat penuh syukur berdoa pada Allah nya, saat merasa dirinya berada dalam kasih sayang orang-orang yang mencintainya, saat mau bobo (tiap nguap lebar akibat ngantuk pasti air mata keluar deras) dan terakhir pada saat aku menikah....
Ngak bohong deh sbagai wanita ada masa-masa jumpalitan dan brasa ada di dasar lautan kehidupan, tapi ya itulah hidup (Kata michael jackson it's black and white....). Tapi dengan tidak membiarkan diri terpuruk dan membuat orang punya kewajiban mengasihaninya, ku rasa itu sudah menandakan seorang wanita memiliki kekuatan.
Saat lagi bahagia...yah tertawalah. Saat lagi enggak bahagia..yah silakan nangis secukupnya. Life goes on, dear....kalo sekarang kelabu santai ajah, nanti juga ada rainbow. Pokoke do your best ladies, and let GOD will do the rest.
Unik = Wanita
Dipikir-pikir jadi wanita bole lha kita somse alias sombong, gimana tidak....wanita is soooooo unique. Dari soal lekuk body, ga ada yg ngalah-ngalahin indahnya organ luar seorang wanita. Banggalah jadi wanita, karena body kita disirikin kaum pria (ga smuanya siy) yang kepingin banget jadi wanita trus usaha berat untuk operasi plastik, operasi kelamin, operasi pita suara, suntik hormon dll.
Tapi sorry coy..mungkin tampilan luar wanita bisa diimitasi alias ditiru (hidung kami, mulut kami, suara kami, otot kami, tonjolan kami, rambut kami dll .....tapi ada yang luhur dari kaum kami yang tidak bisa ditiru habis-habisan. Karena milik kami begitu luhur, begitu sacret, begitu indah.....adalah kemampuan kami mengandung serta merawat bayi-bayi kami di dalam keunikan ruang kehidupan mungil di dalam diri kami, kaum wanita.
Itu baru keunikan kodrati dari sisi fisik. Ada keunikan lain yang berupa sifat-sifat khas seorang wanita (yang ini juga susah ditiru apalagi ditiru di meja operasi), adalah manusia multi tasking yang serta heboh melakukan banyak hal dalam waktu yang bersamaan. Hebatnya, walau dilakukan secara serentak..tapi ngak ada yang ngaco lho....
Contoh : kita-para wanita ini-bisa lho sambil ngiris bawang, telponan sama sahabat buat janjian nge-mall dan sambil nonton E-entertainment di TV yang smuanya dilakukan di atas treadmill (hihihi ini siy keunikan yang dikarang-karang...)
Kebebasan adalah hak segala umat (termasuk wanita)
Setelah mengalami banyak hal, kahirnya ku putuskan bahwa seorang wanita ternyata adalah manusia yang penuh dengan kebebasan, mau bukti?
1. bebas memilih pekerjaan yang disenangi dan dikuasai
2. bebas menentukan mau jadi wanita happy ato wanita pathetic
3. bebas mau belajar nyopir mobil, motor, bahkan pesawat
4. bebas bisa melakukan aneka olahraga, ga cuma aerobik ajah
5. bebas memutuskan tahun ini mau berlibur kmana
6. bebas memutuskan apakah mau lanjut kuliah S2, S3 ato jadi professor
7. bebas mau bisa masak ato ngak (jangan kayak orang susah...bisa delivery/beli)
8. bebas mau jadi cewe gaul yang update ato jadi cewe cupu bin culun
9. bebas mau belajar apa ajah (balet, lukis, harpa ato cara2 jadi hacker ehheheh)
10. bebas mau merokok, mabok ato narkoba (asal brani nanggung resiko n jangan nangis bombay pas sengsara buat pilihan TOLOL nya heheheh)
kebebasan lainnya masih ada sampe nomor sejuta kaleeee, cuma daripada ditulisin mending dijalanin ajah kebebasan-kebebasan itu. UUD'45 ajah bilang kemerdekaan itu adalah hak sgala bangsa, jadi jangan marasa di jajah sok-sok ngak punya kebebasan. Ato jangan mendadak jadi wanita penjajah buat kaum lain, karena (again) "kemerdekaan itu adalah hak sgala bangsa"
Nakal sedikit aaahhh....
Aku paling sebel sama celetukan gini " eh..eh...dia kan perempuan nakal.." Aiiiiihhhhh jij rumpi bener seeeehhhh. Slama doyan dan demen sama kenakalan wanita, wahai para kaum lawan jenis ato kaum sejenis yang sirik jangan coba-coba jadi penggossip moral dey...hareeee geneeee....
Bayangkan bow....Kalo wanita ngak nakal sama suaminya sendiri gimana? bisa-bisa para suami histeria menderita lalu garuk-garuk tembok...
Nakal silakan, asal ngak lebay. Nakal bole, asal brani nanggung resiko. Nakal di halalkan, slama sama spouse sendiri hihihih
Happiness....it's in you mind babe
Banyak skali orang merasa kebahagiannya dikarenakan orang lain ato karena sesuatu, SALAH BESAR. Kebahagiaan yah dari diri sendiri, tepatnya dari isi kepala. Jangan skali-skali bilang diri mu tidak bahagia, buruwan knock on wood daripada beneran jadi kenyatan. Bahkan Gober Bebek yang punya gudang duit merasa was-was melulu and ga bahagia, see....liyat kan duit n harta bukan sumber bahagia (walau hidup juga perlu duit). Smuanya tergantung dari cara pandang dan apa yang ada di dalam isi kepala.
Walau jadi wanita tajir bin kaya raya, tapi curigaan kelas berat bahwa sekelilingnya adalah orang jahat dan pencuri, dapet salammmm ajahhhh.....ga bakalan brasa bahagia.
Walau jadi wanita cantik, tapi brasa kekurangan melulu secara fisik dan sibuk treatment dan operasi sana sini sekujur body mana bahagia??? *ngak sakit jeung, body disilet2 dan ditusuk2 jarum mulu*
Walau jadi wanita yang punya setumpuk ijazah dan sertifikat, tapi masih sibuk khawatir dan ga bahagia soal masa depan bakal suram yaaahhhh ampyuuunnnn.....itu ijazah2 menunjukan tingkatan ilmu mu, hayuuu di aplikasikan atuhhhh...jadikan sesuatu yang berarti, walau cuma jadi gadis pembuat tempe-walau keliatan sederhana-tapi ga smua orang bisa buat tempe.
Dont underestimate yourself ladies...we are beautiful, we are powerful, we are blessful
.....Sampai di sini aku dengan penuh rasa syukur berujar, "terimakasih Allah..karena menjadikan aku seorang wanita..."
Subscribe to:
Posts (Atom)