Tuesday, June 23, 2009

Kenapa Kamu Tidak Juara Satu?

Seorang Bunda tengah kecewa. Kecewa saat memerhatikan sederetan nilai raport sang buah hati. Jauh di dalam angan-angannya sang buah hati akan membuatnya berbunga dan berbangga karena menjadi Juara Satu di sekolah. Kecewa melihat anaknya berada di posisi belasan di kelas. Kecewa karena lagi-lagi Bunda tidak jadi bangga saat melihat raport sang buah hati. Sepanjang perjalanan menuju rumah, Bunda yang sedang menyetir mobil mencoba bertanya pada sang Buah Hati.

Bunda : "Kenapa Kamu tidak juara satu?"
Buah Hati: Karena tahun ini Ganesha yang jadi juara satu, Bunda. Tapi aku naik kelas Bunda...asikkk.

"Kenapa Kamu tidak juara satu?" Bunda tak puas dengan jawaban singkat.

"Mungkin karena aku masih senang bermain. Aku suka sekali bersepeda bersama Dana, Rio dan Mika. Mereka menyenangkan, Bunda. Aku suka bermain bersama mereka. Kadang kami tertawa sambil bersepeda jauuuhhh sekali. Kami pernah lho Bunda, bersepeda hingga ke lapangan dan melihat elang terbang. Gagah sekali Bunda, aku ingin jadi elang. Kita juga pernah rame-rame melihat sarang lebah, waaawww..aku belum pernah melihat sarang lebah sebesar itu sebelumnya. Suatu kali kami pulang kesorean, kami melihat kunang-kunang kerlap kerlip di ujung-ujung rumput. Bagus Bunda...."

Sayang bunda tidak melihat betapa lucu ekspresi buah hatinya bercerita soal elang, soal sarang lebah dan kunang-kunang. Bunda sibuk memperhatikan lalu lintas yang kian semrawut.

"Kenapa Kamu tidak juara satu?"

"Hmmm...di sekolah aku senang, Bunda. Aku memang tidak juara satu, tapi aku senang sekali bermain bola. Aku pelari tercepat saat mengejar bola. Pak Alex, guru olahraga ku yang bilang katanya aku berbakat berolah raga. Membayangkan nanti aku bisa seperti Ronaldo, keren ya Bunda."

"Kenapa Kamu tidak juara satu?"

"Tapi aku kan bisa bermain piano dengan baik, Bunda. Waktu Celia ulang tahun, aku diminta bermain piano di rumahnya. Celia suka, papa mama Celia juga suka. Aku senang Bunda. Aku senang karena semua orang senang. Semua orang senang saat aku memainkan lagu dengan iringan piano."

"Kenapa Kamu tidak juara satu?"

"Bunda, aku naik kelas tapi aku tidak tahu kenapa aku tidak juara satu. Suatu hari, jika aku juara satu...Apakah bunda mau mengajak ku berjalan-jalan naik sepeda? Apakah bunda bersedia menonton aku bermain bola? Apakah bunda mau ikut bernyanyi pada saat aku bermain piano? Bunda, aku tidak juara satu pasti karena aku senang naik sepeda, juga karena aku gemar main bola dan bisa memainkan piano.

Hening.

Hanya senandung lagu yang terdengar pelan dari radio mobil yang membuat Bunda berhenti bertanya pada sang Buah Hati.

I believe the children are our future, teach them well and let them lead the way. Show them all the beauty they posses inside. Give them a sense of pride, to make it easier..let the children laughter. Remind us how we used to be.....(The Greatest Love of All - Whitney Houston)

No comments: