Jam 4.59 pagi dan aku masih berbaring. Aku sudah membuka mata hampir sejam lalu dan sudah sulit kembali pulas lagi.
Jadilah pikiran ku melayang kesana-kesini. Mencoba mengingat-ingat beberapa hal yang pernah terjadi dalam hidup ku. Ah..ternyata hidup ku warna-warni. Namun aku jadi senewen sendiri saat memikirkan betapa berjasanya orang-orang yang mengasihi ku, hmmppf...rasanya berat juga mengemban rasa "Hutang Budi" atas kebaikan-kebaikan mereka. Kapan aku sempat membalas seluruh kebaikan hati mereka? Apakah nanti balas jasa ku akan sesempurna kebaikan budinya dahulu? Entahlah.
Lalu aku juga memikirkan orang-orang yang pernah menyakiti ku (entah mereka sadar atau tidak!!!).Aku Geram. Geram setengah mati dengan bangkitnya kembali rasa marah, jengkel, kecewa dan sedih. Astaga...kemana mereka-mereka sekarang? Rasanya ingin ku balas perbuatan mereka dua kali lipat pedihnya....eehh..tiga kali lipat saja. Ups jangan..kalo perlu sesakit-sakitnya yang bisa ku lakukan terhadap mereka demi melampiaskan dendam ku. Sudah berapa lama dendam itu mengendap di dasar hati ku?Mungkin baru beberapa hari atau sudah beberapa tahun. Entahlah.
Pikiran ku balik bertahun-tahun ke belakang saat seorang teman memberikan aku DVD Film "Pay It Forward". Kisahnya sangat menyentuh dan membuka kesadaran ku soal "Balas Budi". Film yang membuka mata ku bahwa Kasih dimiliki setiap hati dan dengan semangat Kasih membuat seseorang menjadi rendah hati untuk menjadikan dirinya saluran berkat ke siapapun. Mungkin seseorang itu pernah kecewa dan kehilangan, tapi tidak mematikan rasa ingin berbagi dengan orang-orang lain. Yah..ke siapapun, orang-orang yang kita kenal dan yang tidak. Ada satu kutipan kalimat yang sangat bermakna buat ku, ku temukan di cover DVD film tersebut : When someone does you a big favor, dont pay it back. Pay it Forward. Film awal 2000 yang dimainkan dengan apik oleh Kevin Spacey, Helen Hunt dan Haley Joel Osment layak dijadikan tontonan, apalagi saat kita dikuasai ego, dikuasai rasa sombong, dikuasai perasaan bersalah dengan beban "balas budi" dan saat dikuasai rasa sedang tidak murah hati.
Bagaimana dengan rasa marah ku buat para "musuh"? MUSUH? iya...semua orang yang pernah menyakiti ku, lebih tepat aku kategorikan sebagai "musuh". Singkat. Tepat. Namun lagi-lagi aku mendapatkan pencerahan. kali ini bukan hasil menonton, tapi hasil dari membaca. Bacaan dalam Injil Pertama Kitab Perjanjian Baru tepatnya dalam kutipan Mat 5 : 38-48, tertulis : "....Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu...." ahhhh...lagi-lagi aku diingatkan untuk mengalahkan ego, kesombongan dan dendam.
Hari masih pagi. Rumah masih sepi. Jam sudah menunjukan 07.07 (BTW TUJUH adalah angka favorite ku). Aku hanya ingin memulai hari ini dengan doa singkat saja, "Berikan kami Damai Mu Ya ALLAH...Agar aku senantiasa mampu berdamai dengan sesama ku dan dapat memberikan damai untuk sesama ku. Karena ENGKAU lah Raja Damai, yang berkuasa dulu, kini dan hingga akhir jaman. Amin."
Salam Damai saudara ku. GBU.
No comments:
Post a Comment