Wednesday, November 17, 2010

Terpenjara

Headlines dari beberapa media terkemuka di Indonesia baik cetak maupun eletronik belakangan diramaikan dengan informasi seorang tahanan kasus korupsi bernama Gayus Tambunan terlihat menonton pertandingan tenis internasional di Bali dengan menyamar, tampil dengan memakai wig dan jaket di muka umum.

Bukan satu ini saja yang membuat saya melongo tapi usut punya usut ternyata selama ditahan dia kedapatan sudah keluar masuk tahanan sebanyak 68 kali demi alasan-alasan pribadi. Waktu kedapatan duduk di deretan penonton pertandingan tenis, sibuklah dia memberi pendapat sana sini bukan dirinya. Belakangan di dalam ruang sidang, dia menangis bersimbah air mata di hadapan hakim jaksa mengakui itu dirinya dan menyatakan bahwa dia stress di dalam tahanan memikirkan kasusnya dan butuh refreshing.

WHATTTTTT....sampai di sini saya speechless.

Kutipan di bawah ini saya dapatkan dari wikipedia dan saya jadikan dasar kritikan pedas terhadap sikap dan keputusan Gayus:

A prison (from Old French prisoun) is a place in which people are physically confined and, usually, deprived of a range of personal freedoms.

Dari kalimat di atas saya jelas-jelas orang yang sudah dijebloskan ke dalam penjara tidak punya kebebasan fisik, suka atau tidak suka harus meringkuk di dalam kurungan dengan keadaan yang seadanya. Lalu kebebasan-kebebasan pribadi juga dirampas akibat dipenjara jadi alasan-alasan seperti kangen ketemu keluarga, kepingin refreshing, penggila olah raga dll lupakan saja Bang Gayus.

Saya tidak ingin mengkritik kenapa Gayus korupsi sampai membuat dia dipenjara atau sikap aparat yang sangat luwes dan penuh kompromi untuk membuka dan menutup pintu penjara untuk sosok Gayus. Saya hanya heran, kok bisa-bisanya orang yang jelas-jelas di penjara akibat kesalahannya di mata hukum masih mengharapkan kebebasan manusia-manusia lain yang tidak memiliki record kejahatan/kriminal.

Harusnya yang bersangkutan sadar diri, sejak dirinya ditangkap lalu diperiksa dan dipenjara..dirinya bukanlah manusia bebas, bebas dari kesalahan dan bebas menggunakan hak-hak pribadi layaknya manusia bebas. Terserah dia mau main drama selamanya, mau main akal-akalan, jadi pembohong menutupi segala perbuatannya. Terserah. Cuma yang pasti, pada umumnya orang yang sampai dipenjara adalah orang yang dinyatakan bersalah di mata hukum dan diganjar dengan dirampas hak-hak pribadi dan kebebasannya selama dikurung.

Tuesday, September 21, 2010

Pensiun

Kalo mendengar kata pensiun pasti pikiran kita adalah situasi kita yang tua tak bertenaga dan berdaya untuk bekerja dan berleha-leha, di mana kita cuma ada di fase sisa hidup untuk menua. Tapi benarkah kita akan memiliki profile seperti itu di masa depan? identik dengan keadaan-keadaan yang disebut?

Ternyata tidak juga...pensiun bisa dikreasikan supaya terjadi indah sesuai dengan keadaan ideal yang diinginkan.

Baru-baru ini seorang teman berbagi pengalaman mengenai pandangannya soal pensiun. Dengan berani dia menyebut angka 45 dari usianya untuk pensiun, menyudahi kegiatan produktif dan rencananya memiliki rentang watu berkualitas untuk menua dan bertumbuh secara intens bersama pasangan dan anak-anaknya.

Saya jadi berpikir sendiri, betapa idealnya keadaan tersebut. Pensiun di usia 45? Bukan hal yang tidak mungkin untuk mencapai itu semua, walau sudah pasti tidak mudah untuk menyiapkan daya yang dibutuhkan melewati masa-masa pensiun dengan tenang dan damai. Asal ada komitmen dan ketekunan, tidak ada yang tidak mungkin.

Saya tau teman saya ini pekerja keras. Sangat keras. Belasan tahun bergelut dengan tenaga, keringat dan (mungkin) air mata mengadu nasib di negri orang. Jauh dari orang tua dan jauh dari pasangan tercinta termasuk anak. Banyak hal yang telah dilewatinya hilang di depan mata, yang dia punya cuma satu tekad : memiliki kualitas hidup dan hidup berkualitas bersama keluarga, tak lama lagi. Katanya, tak apa saat ini terpaksa bekerja luar biasa keras, tak apa menahan rindu ke anak istri, tak apa. Asal mimpi indahnya soal pensiun usia 45 bisa diwujudkan.

Teman lanjut bercerita telah banyak tahun dilalui sendirian tanpa bisa bebas memeluk pasangan dan menggendong si kecil. Telah banyak waktu yang membuatnya bersedih karena tak ada di sisi pasangan yang sedang berbeban masalah dan juga tak bisa ikut meredakan tangis si kecil yang sedang rewel. Di balik keluh kesahnya ada tekad untuk bisa mengembalikan waktu-waktu itu dari sisa waktu hidupnya. Katanya, dia ingin berkumpul bersama keluarga sebelum usia terlalu senja, sebelum tenaga menjadi surut, sebelum cahaya jiwanya redup.

Saya jadi silau dengan semangatnya dan jadi tersentuh dengan impiannya. Ungkapan hatinya adalah doa, rencana yang diucapkannya adalah doa, cita-cita  baiknya adalah doa. Di akhir percakapan saya hanya bisa berucap AMIN, Moga-moga saja sang teman dan keluarga diberikan banyak kesehatan dan kesempatan untuk mewujudkan rencananya.

CHARLES

Saya sedang tidak mau membahas apalagi bergosip seseorang bernama CHARLES. Tapi kali ini mau sedikit nyentil salah jurus langkah seribu yang kita keluarkan kalo sudah kepepet dan butuh pembenaran dari hal-hal yang mungkin sebenarnya tidak benar, mendadak kita CHARLES alias CHAri-chari aLESan.

Baru-baru ini saya sempat bicara lumayan panjang dengan seorang teman yang pantas mendapat gelar CHARLES of the week. BEtapa tidak?? sepanjang sejam chatting hampir smua reply yang saya trima adalah aneka alasan dari situasi yang tidak mengenakkan yang sedang dialaminya. Memang segala sesuatu punya alasan, tapi alasan-alasan itu bukan menjadi tameng bagi kita untuk Do Nothing kan? Atau membuat kita stuck tanpa harapan seolah kita kita tidak bisa bergerak ke atas, ke bawah, ke kiri, ke kanan, ke depan, dan ke belakang.

Kalo kita mau berpikir-pikir, sebenarnya alasan-alasan adalah tembok-tembok besar yang sengaja kita bangun untuk menutup jalan kesempatan bagi diri sendiri, dan kadang kita senang berlindung di baliknya. Merasa aman kalo kita diam ditempat tanpa harus melakukan apapun "seolah" kita hidup tanpa jalan keluar.

Tapi HEYYYYY...bukankah kita pencipta smua alasan?

Alasan - eksis karena penciptanya, jadi kalo hidup dipenuhi aneka alasan untuk tidak melakukan ini itu, tidak mengerjakan  ini itu, tidak bertindak ini itu tapi hasilnya kemudian adalah tidak bisa mencapai ini itu, tidak bisa meraih ini itu, tidak bisa memperoleh ini itu. Siapa yang harus disalahkan? Rasanya salahkanlah sang pencipta alasan itu sendiri! siapa? yah diri sendiri lhaaaaa.....tapi apakah kita sanggup berkaca lalu menunjuk batang hidung sendiri dan menuduhnya sebagai biang keladi mandeknya jalan hidup karena penganut paham CHARLES?

Monday, September 28, 2009

Salam Damai Saudara Ku...

Jam 4.59 pagi dan aku masih berbaring. Aku sudah membuka mata hampir sejam lalu dan sudah sulit kembali pulas lagi.

Jadilah pikiran ku melayang kesana-kesini. Mencoba mengingat-ingat beberapa hal yang pernah terjadi dalam hidup ku. Ah..ternyata hidup ku warna-warni. Namun aku jadi senewen sendiri saat memikirkan betapa berjasanya orang-orang yang mengasihi ku, hmmppf...rasanya berat juga mengemban rasa "Hutang Budi" atas kebaikan-kebaikan mereka. Kapan aku sempat membalas seluruh kebaikan hati mereka? Apakah nanti balas jasa ku akan sesempurna kebaikan budinya dahulu? Entahlah.

Lalu aku juga memikirkan orang-orang yang pernah menyakiti ku (entah mereka sadar atau tidak!!!).Aku Geram. Geram setengah mati dengan bangkitnya kembali rasa marah, jengkel, kecewa dan sedih. Astaga...kemana mereka-mereka sekarang? Rasanya ingin ku balas perbuatan mereka dua kali lipat pedihnya....eehh..tiga kali lipat saja. Ups jangan..kalo perlu sesakit-sakitnya yang bisa ku lakukan terhadap mereka demi melampiaskan dendam ku. Sudah berapa lama dendam itu mengendap di dasar hati ku?Mungkin baru beberapa hari atau sudah beberapa tahun. Entahlah.

Pikiran ku balik bertahun-tahun ke belakang saat seorang teman memberikan aku DVD Film "Pay It Forward". Kisahnya sangat menyentuh dan membuka kesadaran ku soal "Balas Budi". Film yang membuka mata ku bahwa Kasih dimiliki setiap hati dan dengan semangat Kasih membuat seseorang menjadi rendah hati untuk menjadikan dirinya saluran berkat ke siapapun. Mungkin seseorang itu pernah kecewa dan kehilangan, tapi tidak mematikan rasa ingin berbagi dengan orang-orang lain. Yah..ke siapapun, orang-orang yang kita kenal dan yang tidak. Ada satu kutipan kalimat yang sangat bermakna buat ku, ku temukan di cover DVD film tersebut : When someone does you a big favor, dont pay it back. Pay it Forward. Film awal 2000 yang dimainkan dengan apik oleh Kevin Spacey, Helen Hunt dan Haley Joel Osment layak dijadikan tontonan, apalagi saat kita dikuasai ego, dikuasai rasa sombong, dikuasai perasaan bersalah dengan beban "balas budi" dan saat dikuasai rasa sedang tidak murah hati.

Bagaimana dengan rasa marah ku buat para "musuh"? MUSUH? iya...semua orang yang pernah menyakiti ku, lebih tepat aku kategorikan sebagai "musuh". Singkat. Tepat. Namun lagi-lagi aku mendapatkan pencerahan. kali ini bukan hasil menonton, tapi hasil dari membaca. Bacaan dalam Injil Pertama Kitab Perjanjian Baru tepatnya dalam kutipan Mat 5 : 38-48, tertulis : "....Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu...." ahhhh...lagi-lagi aku diingatkan untuk mengalahkan ego, kesombongan dan dendam.

Hari masih pagi. Rumah masih sepi. Jam sudah menunjukan 07.07 (BTW TUJUH adalah angka favorite ku). Aku hanya ingin memulai hari ini dengan doa singkat saja, "Berikan kami Damai Mu Ya ALLAH...Agar aku senantiasa mampu berdamai dengan sesama ku dan dapat memberikan damai untuk sesama ku. Karena ENGKAU lah Raja Damai, yang berkuasa dulu, kini dan hingga akhir jaman. Amin."

Salam Damai saudara ku. GBU.

Friday, August 28, 2009

Manusia Akhir Jaman

Aku..hanya seorang manusia akhir jaman. Seorang manusia yg telah beberapa dekade menghabiskan usianya di planet bumi. Seorang wanita yang tertatih membaca dan menekuni Buku Suci. Aku sedang berada di periode penantian...menanti saat NYA tiba bersama dengan semua mahluk seantero muka bumi.

Merenungi kehidupan yang seperti dua sisi mata uang, aku lebih siap menerima kesenangan dibanding kesusahan. Saat dalam kesusahan, tak jarang aku berubah menjadi filsuf yang memandang segala hal serba bijak padahal di dalam hati rasanya ingin berontak dari ketekunan kepada NYA, rasanya ingin bertindak yang sepertinya menurut ku baik. Ahhh..ternyata sulit juga menjadi manusia akhir jaman.

Ada sebuah kalimat : engkau bisa membohongi seseorang sekali tapi engkau tidak mungkin mampu berbohong berkali-kali, apalagi kepada semua orang. DIA yang Maha Tahu tahu tentang aku, tahu segalanya. IA tahu aku tekun, IA tahu aku lalai. IA tahu aku baik, IA tahu aku tidak baik. IA tahu aku berbuat ini, IA tahu aku berbuat itu. Sekuat-kuatnya aku berlari menjauh..jauuhh dan jauhhh skali, tak mungkin aku bisa bersembunyi dari lirikan mata NYA dan tak bisa aku membohongi telinga NYA. Aku...si manusia akhir jaman hanya diajarkan setia sampai mati kepada NYA, hanya diminta bertekun kepada NYA dalam suka dan duka....aaahh apakah aku bisa?

Manusia akhir jaman sedang menunggu masa NYA tiba, entah kapan pastinya. Ada tertulis...."waktunya sudah dekat", tidak dapat di tebak melalui bola kristal, tak bisa diduga dari kartu-kartu yang disebar di atas meja. Kata NYA, "waktu KU bukan waktu mu, waktu mu bukan waktu KU." Terjadilah sgalanya menurut kehendak NYA, sebab DIA adil..sebab dia SETIA..sebab DIA baik.

Aku kaya, kaya harta duniawi dan aku sangat tahu bagaimana memperkaya diriku sampai tujuh turunan. Aku tidak pernah kekurangan apa-apa, aku terbahak melihat kemelaratan..aku tersenyum penuh kemenangan memandang air mata dan aku menjerit kesetanan karena bahagia saat yang lain menjerit kesakitan. Aku buta, aku tuli dan aku lupa diri..si manusia akhir jaman menjadi lupa sgalanya..hanya ada aku..aku...aku dan aku.

Kapan waktu ku berbenah? sekarang atau nanti? si manusia akhir jaman tertatih dan hilang arah, ia sakit hati dan terluka, ia marah dan kecewa, ia membalas sakit dengan sakit, ia membalas pahit dengan pahit, ia tak punya damai, ia tidak memiliki kasih.

Aku, si manusia akhir jaman butuh pertolongan.

Monday, July 6, 2009

Dunia Lagi Demam

Jidat Panas
Badan menggigil
Kepala cenut-cenut
Mata berair

Smua gelaja ini dirasa saat kita sedang demam. Dunia juga sedang demam, tapi tanpa gejala sakit seperti di atas.

Gejalanya :
Ga bisa jauh dari gadget
Jauh dari laptop gatel-gatel
Blom punya BB, sampe mimpi buruk tiap malam
Bad Connection internet langsung semaput

yup..dunia sedang demam. demam fesbuk (baca: Facebook) hehehhe

Jaringan koneksi pertemanan abad ini yang paling oke, rasanya hampir smua orang yang ku kenal pasti punya account fesbuk. Haram hukumnya kalo sampe haree heneee belom tampil di FB. Cuma ati-ati aja, jaringan yang satu ini bikin addict. Pantas aja sempat ada isu mau keluar fatwa haram buat fesbuk. sbenernya fatwa nya buat apa siy? Klo menurut saya, agak-agak cocok kalo fatwa haram untuk konteks addict, karena smua yang nyandu kan ga sehat. karena fesbuk uda nyandu, rasa-rasanya mulai bisa dimasukkan jadi nominasi kebiasaan haram hahahah

Update Status

Buat para fesbuk-kers, rasanya kurang afdol klo dalam sehari ga update status. Blakangan namanya jadi what's on your mind kemudian di share. Uuuuhhhh gara-gara kolom ini membuat smua orang jadi kreatif. Kadang kocak, kadang serasa baca jadwal hidup orang lain, kadang kurang suka hihhii

Yang pasti orang jadi lebih ekstrovert walau sbenarnya dahulu adalah kaum introvert. Dari ga suka curhat, jadi kedemenen curcol alias curhat colongan. Dari yang suka berahasia jadi pingin seantero jagad tau aktivitasnya.

Paling seru kalo baca status lawakan, bisa membantu cengar cengir....
Paling males baca status yang menggantung, karena liatan banget kepengen ditanya heheh
Paling sebel klo statusnya lurus dot com, misal: klo uda males statusnya ngantuk mode ON (ya iya lhaaa ngantuk, secara uda malem..plis dweh)

Fesbuk ooohh fesbuk...

Comment..Comment..Comment

Bagian ini lebih seru lagi, bagaikan kilat komentar-komentar langsung sambar menyambar tiap kali posting status baru yang kadang sengaja dibikin heboh dan sensasional. Komentar juga lucu-lucu, kadang cukup menghibur dengan pemilihan kata-kata yang kocak namun ga jarang sambaran komentarnya jaka sembung bawa golok alias ga nyambung go...lok *LOL*

Soal menerima komentar dari orang lain kadang butuh kebesaran hati lho, tak jarang komentar bisa jadi boomerang terhadap diri sendiri. Yang repot kalo menerima komentar dan sedang sensitif, ga jarang komentar orang di delete hehehhehe...slain sebel dikritik mungkin males juga busuk-busuknya dibongkar dan terbaca smua orang.

kudu ja-im (baca : jaga image) jangan sampe ru-im (baca: rusak image)

Album Foto

Karena diakomodir sama sistem bikin album foto, jadi lhaa banyak tercipta album foto virtual di sini. BAgus siy idenya. Karena ga perlu beli album foto dan kerepotan sama ruang penyimpanan. Ga usa menuhin kapasitas memory harddisk. Pokoke smua foto-foto terbaru dan update kudu diposting, ditata rapi dalam tiap kategori album. cantik. ciamik.

Kadang tak jarang terkaget-kaget karena kiriman foto seorang teman dari masa lalu yang mendadak menemukan foto yang sudah mulai kekuningan, di scan, trus di tagged ke wall kita. huhuhuhuhu jadi mau sedih sendiri menyaksikan penampilan jaman dulu. Tak jarang posting-an foto jadul malah mambantu bermemory ria sama masa lalu dan kembali menemukan foto-foto yang telah raib entah ke mana.

Yang pasti seluruh foto-foto yang dipasang harus foto yang sadar kamera. Dilarang pasang foto biasa-biasa aja ato foto dengan gaya pose KTP. Duhhh...enggak banget pokoknya.

Nemu Temen

Ratusan teman dalam kelompok Friends adalah orang-orang yang pernah kita kenal dan yang mengenal kita dari jaman dulu sampai sekarang. Temen SD, SMP, SMA, Kuliah S1, Kuliah S2, Temen Les, Temen kantor yang dulu, Temen Kantor yang skarang, Temennya temen. Kumplit.

Tak jarang ada orang-orang yang memang suka berteman, jadi add ajah profile orang lain walau kurang kenal ato ga kenal sama skali. yang penting "keliatan" akrab karena temennya banyak heheheee dunia pergaulan skarang sudah difasilitasi dengan sukses karena fesbuk.

Makasi ya fesbuk. Makasi ya penemu fesbuk, dikau cerdas skali.

Mendadak Reuni ato Reuni Dadakan??

Stiap penemuan pasti ada efek samping, termasuk juga fesbuk. Berhubung ini adalah jejaring pertemanan, efek sampingnya pasti ke kegiatan pertemanan. Entah sudah brapa banyak orang yang kegirangan menemukan kawan lama. Entah sudah brapa banyak acara reunian berhasil diadakan dan dihadiri karena ketemu kelompok bermain jaman dulu.

Skarang tiap wiken, jadwalnya adalah reuni reuni reuni. Reuni para fesbuk-kers biasanya harus di tempat makan, karena kurang sedap ngobrol tanpa ngemil. tak lupa bawa kamera buat dokumentasi. sebelnya klo acara dokumentasi bikin gigi kering karena harus pasang gaya senyum berlama-lama. Andai peserta reunian ada 30 dan ada 20 orang yang bawa kamera. kebayang kan satu pose aja kudu diabadikan oleh ke-2o kamera yag ceprat cepret dari sgala arah.

Reuni juga menimbulkan macem-macem komentar, ada yang hepi, ada yang seneng banget, ada yang haru, ada yang sebel, ada yang ga suka. Klo yang haru karena ada kisah-kisah sentimentil. Klo sebel biasanya karena acaranya garing ati ketemu mantan pacar ato ketemu mantan musuh. Klo ga suka karena setelah lama ga ktemu, smua orang ber-evolusi termasuk dirinya sendiri, setelah kumpul bareng uda ga nyambung, ilang chemistry dan uda ga klop. Biasanya juga karena ngobrol virtual suka lebih seru daripada ngobrol face to face.

Nge-Game

Last but not least dari serangkaian demam yang melanda dunia adalah nge-game. Duh fesbuk ini surganya game, rata-rata game dengan konsep seperti permainan tamagotchi..harus dipelihara dan dilongok tiap hari. Ada yang punya Pet, ada yang Punya Kebon, ada yang jadi Mafia, ada yang punya Resto. macam-macam.

Gawatnya game nya rata-rata mengasyikan. bikin lupa waktu, bikin lupa kerja, bikin lupa janji, bikin lupa diri. Lupa di sini bukan karena amnesia, tapi karena seru dan mengasyikan.

Eniwei, terlepas dari smua komentar di atas, fesbuk tetap masih mengasyikan untuk saat ini until further notice. Saat ini para inventor teknologi pasti sedang kerja keras memikiran sesuatu yang lebih dahsyat dari fesbuk. Kita generasi penikmat teknologi tinggal menunggu apalagi yang akan di launching menggantikan jejaring fesbuk.

Sambil menunggu gebrakan para inventor, jangan lupa tetap ganti status dan komentar, tetap jadwalkan reuni dan tetap nge-game. Jangan coba-coba skeptis apalagi apatis terhadap fesbuk, karena akan dikira bukan anak gaul. PISSSSS.

Thursday, June 25, 2009

Nyaris Ga Bayar

SALE

Percaya deh...baca tulisan di atas walau cuma satu kata bisa membuat sebagian besar cewe-cewe gemetaran, kasak kusuk dan kepikiran hihihi

Dalam setahun pasti ada beberapa periode sale yang digelar mulai dari Mid Year Sale, End Year Sale sampai aneka sale tematik. Dan event-event seperti ini rasanya sayang untuk dilewatkan. Dari rumah janjinya hanya mau liat-liat aja, namun ga jarang pulang malah ngebungkus aneka barang.

Gosh, knapa kok jadi begini?

Pagi ini saat ngecek imel yang jadi bagian rutin memulai hari, saya mendapat beberapa imel di inbox dari berapa retailer. Tawarannya mengiurkan.

Buy one get one, uuuhhhh biasa.

30% off, hmmm dikit amat sih diskonnya.

Adrenalin kok ga terpancing yah kalo penawarannya kayak gini. Kurang menantang. Kurang hillarious. Tau-tau mata saya berhenti pada sebuah penawaran dari toko favourite jang jelas-jelas terpampang angka keramat

70% Off

up to 90% OFF

Nah ini dia yang ditunggu-tunggu. Tanpa pikir panjang dan mendadak lupa sama agenda hari ini yang mustinya ga ada plan keluar rumah, saya langsung mengambil HP dan mengirimkan text message ke teman jalan.

"Jeung, ada acara ngak? keluar yukzz. Toko langganan gelar diskon. 70% bowww. trus ada juga yang up to 90%. Minat?"

SMS terkirim. Message delivered.

ting..tong..ting..tong

yess....ada SMS masuk.

"HAH??? serius. diskonnya gede jeung, nyaris Ga Bayar. MAri berangkat."

SALE 70% Off & Up To 90% OFF = Nyaris Ga Bayar --> LIKE IT!!!

Jadilah duo cewe-cewe ini bertemu di hot spot tempat keriaan SALE digelar, dan mulai panik melihat hamparan benda-benda yang harganya dipotong habis-habisan. Tanpa ba bi bu lagi, kami mulai inspeksi toko dan jelajah sana sini, hunting benda-benda yang (mungkin) dibutuhkan.

Hanya dalam tempo sesingkat-singkatnya (mirip pembuatan naskah proklamasi), saya sudah menenteng beberapa item, begitu juga teman jalan dan belanja hari ini. Sudah berhasil membungkus aneka barang-barang.

Misson Accomplished.

Sampai di rumah, mulailah acara bongkar-bongkar isi tas belanja. sebotol Body mist, 2 botol Body lotion, 1 botol ukuran sedang Liquid Soap, 1 buah Baju Tidur andalan, separang Flip Flop lucu, 1 set cosmetic brush. Dan saat melihat kembali struk belanja, masih terkagum-kagum betapa murahnya harga belanjaan hari ini, hemat hampir 80% dari harga regular.

Tiba-tiba hidup jadi meriah, hati jadi berbunga-bunga. Benar-benar Nyaris Ga Bayar.

Saat membereskan smua benda-benda, sempat termenung cukup lama di depan lemari. Duh, ternyata koleksi body lotion masih ada 5 botol. Parfum pun masih berderet-deret cantik. Sabun cair, baru ingat 2 hari lalu baru aja beli. Flip Flop? iihhh mau dipake kapan, belum lama dapet oleh-oleh sandal. Baju tidur? brush? aaaahhhh pusing....ternyata semuanya masih punya. dan kepunyaannya masih bagus semua.

Yah..gini deh godaan sale bagi perempuan, yang penting sidak (inspeksi mendadak) dulu ke toko, lupa diri dan ngeborong, setelah pulang baru panik.

I wish I could say : NO sama godaan SALE, but it's too late...