Saya sedang tidak mau membahas apalagi bergosip seseorang bernama CHARLES. Tapi kali ini mau sedikit nyentil salah jurus langkah seribu yang kita keluarkan kalo sudah kepepet dan butuh pembenaran dari hal-hal yang mungkin sebenarnya tidak benar, mendadak kita CHARLES alias CHAri-chari aLESan.
Baru-baru ini saya sempat bicara lumayan panjang dengan seorang teman yang pantas mendapat gelar CHARLES of the week. BEtapa tidak?? sepanjang sejam chatting hampir smua reply yang saya trima adalah aneka alasan dari situasi yang tidak mengenakkan yang sedang dialaminya. Memang segala sesuatu punya alasan, tapi alasan-alasan itu bukan menjadi tameng bagi kita untuk Do Nothing kan? Atau membuat kita stuck tanpa harapan seolah kita kita tidak bisa bergerak ke atas, ke bawah, ke kiri, ke kanan, ke depan, dan ke belakang.
Kalo kita mau berpikir-pikir, sebenarnya alasan-alasan adalah tembok-tembok besar yang sengaja kita bangun untuk menutup jalan kesempatan bagi diri sendiri, dan kadang kita senang berlindung di baliknya. Merasa aman kalo kita diam ditempat tanpa harus melakukan apapun "seolah" kita hidup tanpa jalan keluar.
Tapi HEYYYYY...bukankah kita pencipta smua alasan?
Alasan - eksis karena penciptanya, jadi kalo hidup dipenuhi aneka alasan untuk tidak melakukan ini itu, tidak mengerjakan ini itu, tidak bertindak ini itu tapi hasilnya kemudian adalah tidak bisa mencapai ini itu, tidak bisa meraih ini itu, tidak bisa memperoleh ini itu. Siapa yang harus disalahkan? Rasanya salahkanlah sang pencipta alasan itu sendiri! siapa? yah diri sendiri lhaaaaa.....tapi apakah kita sanggup berkaca lalu menunjuk batang hidung sendiri dan menuduhnya sebagai biang keladi mandeknya jalan hidup karena penganut paham CHARLES?
No comments:
Post a Comment